Pemerintah Ajukan APBN-P 2010 Rp 50 Triliun

Kamis, 04 Februari 2010 – 23:31 WIB
JAKARTA - Pemerintah mengusulkan belanja kementerian dan lembaga pada APBN-P 2010 mencapai Rp 50 triliunMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida Alisjahbana, menjelaskan bahwa total jumlah dana tersebut berasal dari 13 kementerian dan lembaga.

"Sebagian besar pengajuan berasal dari yang berbasis pendidikan, seperti Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama," ungkap Armida, Kamis (4/2) di Jakarta.

Mengenai rencana pengajuan APBN-P ini sendiri, dikatakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, telah diajukan sesuai dengan perubahan asumsi pada masing-masing kementerian dan lembaga

BACA JUGA: Sri Mulyani Bela Kenaikan Gaji Pejabat

Misalnya saja, kata Sri, perubahan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, suku bunga dan inflasi, yang akan berpengaruh pada sisi penerimaan negara, baik pajak ataupun APBN-P.

"Kita tetap akan prioritaskan penggunaan anggaran untuk hal yang benar-benar prioritas, sebagaimana yang diamanatkan undang-undang
Kita pasti akan seleksi ketat kegiatan," kata Sri pula.

Sementara, Ketua Badan Anggaran DPR RI, Harry Azhar Aziz, mengatakan bahwa bagi kalangan parlemen, tidak penting seberapa besar pengajuan anggaran, namun seberapa besar manfaat dari anggaran tersebut guna mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Bagi kita, yang penting output-nya

BACA JUGA: Hari Sabarno Bisa Jadi Tersangka

Misalnya (dalam) pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan dan lainnya
Kalau belanja naik, tapi tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik, sama artinya melanggar ketentuan UUD," kata Harry.

Saat ditanyakan apakah pengajuan sebesar Rp 50 triliun di APBN-P 2010 tersebut realistis, Harry tidak memberikan penilaian khusus

BACA JUGA: Pemerintah Segera Cairkan DBH

"Soal realistis atau tidak, itu tergantung pemerintah yang mengajukan," ujarnya(afz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kementrian Pertahanan Perkuat Inteljen Perbatasan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler