Pemerintah Tunda Kenaikan Elpiji

Pertamina Jamin Pasokan Stok Lebaran

Kamis, 09 September 2010 – 06:06 WIB

JAKARTA - Pemerintah menunda rencana kenaikan harga elpiji tabung 3 kilogram (kg) untuk menekan selisih harga dengan gas tabung 12 kgDalam rapat koordinasi setingkat menteri di kantor Menko Kesra, Rabu (8/9) pemerintah menyatakan masih fokus pada pengamanan tabung gas sebelum mengumumkan kenaikan.
   
"(Kenaikan) ditunda dulu, karena ada pertimbangan untuk meningkatkan keamanan gas 3 kg," ujar Menko Kesra Agung Laksono di kantornya.

Di tempat sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menambahkan, pemerintah tidak akan tergesa-gesa menaikkan harga

BACA JUGA: 4 Ribu Sapi Disiapkan untuk Lebaran

Tetapi, lebih memfokuskan pada keamanan penggunaan tabung gas sebagai konversi minyak tanah itu."Ada beberapa penggantian titik lemah seberti rubber-seal dan pen," ucap dia.
      
Menurut Hatta, pemerintah belum memastikan kapan kenaikan elpiji akan diputuskan
Meski demikian, pemerintah menyatakan segera menuntaskan masalah perbedaan selisih harga gas elpiji antara tabung 3 dan 12 kg.

Sesmenko Kesra Indroyono Soesilo mengemukakan, perkembangan koordinasi pengamanan penggunaan elpiji 3 kg terus dipantau, termasuk kinerja tiga satuan tugas (satgas) berdasarkan SK Menko Kesra Nomor 25 Tahun 2010

BACA JUGA: Ramadhan, BI Kucurkan Rp 31 Triliun

Dari satgas pertama dilaporkan kajian lanjutan tabung elpiji dan aksesorinya
Ini termasuk penyelesaian SNI (standar nasional Indonesia) untuk segel/pengaman karet (rubber-seal), termasuk perubahan desainnya

BACA JUGA: Pemerintah Antisipasi Lonjakan Urbanisasi

Terkait hal ini, menurut Indroyono, perubahan desain yang baru bisa diterapkan mulai September ini dan ke depan.
      
Sedangkan berdasar laporan kedua satgas terkait sosialisasi, disebutkan bahwa kasus kecelakaan dan pengoplosan sudah jauh berkurangKegiatan sosialisasi yang sudah dilakukan dari tingkat pusat maupun tingkat daerah juga akan terus dilakukan"Sosialisasi dilakukan secara langsung, door to door, bahkan kalau bisa dari dapur ke dapur rumah tangga penerima elpiji 3 kg," kata dia.

PT Pertamina (persero) menyatakan menjamin ketersediaan bahan bakar elpiji selama libur Lebaran tahun iniPada masa libur Lebaran, konsumsi elpiji diperkirakan menjadi 13.868 ton per hari"Kami sudah mengantisipasi kenaikan kebutuhan elpiji tersebut," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Djaelani Sutomo

Tingkat konsumsi sebesar 13.868 ton per hari itu terdiri atas elpiji subsidi sebanyak 10.459 ton per hari dan nonsubsidi 3.409 ton per hariSementara itu, stok elpiji nasional per 26 Agustus 2010 tercatat mencapai 271.379 tonStok itu terdiri dari elpiji di kilang 5.536 ton, depo 37.275 ton, kapal 33.865 ton, penimbunan terapung 130.422 ton, dan Terminal Tanjung Uban 64.282 ton

Djaelani mengatakan, upaya yang dilakukan guna menjamin ketersediaan elpiji selama Lebaran di antaranya adalah menjaga keandalan kilang elpiji, menjadwalkan impor secara tepat,dan persiapan penambahan impor jika diperlukan.

Pertamina juga menambah jam operasi stasiun pengangkutan dan pengisian bulk elpiji (SPPBE) dan agen menjadi 24 jam"Pada periode 31 Agustus hingga 20 September 2010 ketersediaan elpiji di seluruh region terpantau aman," kata dia.

Di region I yang mencakup wilayah Sumatera, direncanakan pasokan sebanyak 67.089 ton dari kebutuhan 54.635 tonSelanjutnya, di region II meliputi DKI, Jabar, dan Kalbar, rencana pasokan sebanyak 208.836 ton dari kebutuhan 170.068 tonDi region III yang mencakup wilayah Jateng dan DIJ, rencana pasokan sebanyak 75.953 ton dari kebutuhan 61.854 ton.

Adapun di region IV yang mencakup Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara, rencana pasokan sebanyak 75.953 ton dengan kebutuhan 74.444 ton dan region V yang meliputi Kaltim, Kalteng, Kalsel, Sulawesi, Maluku,dan Papua, rencana pasokan sebanyak 39.125 ton dari kebutuhan 31.862 ton(zul/agm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PLN Diingatkan Agar Tak Boros Lagi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler