Pemilu Bakal Kerek Industri Makanan dan Minuman

Kamis, 07 Februari 2019 – 01:52 WIB
Ilustrasi makanan beku. Foto: AFP

jpnn.com, JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memprediksi, sampai akhir 2019, industri makanan dan minuman (mamin) bisa meraih growth 8–9 persen.

Pemilu dan Lebaran menjadi dua faktor utama yang akan mendorong pertumbuhan.

BACA JUGA: Industri Manufaktur Sedang dan Besar Masih Bertaji

Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman menyatakan, aktivitas politik menjelang dan saat pemilu bakal meningkatkan permintaan mamin.

Salah satu produk yang demand-nya pasti meningkat adalah air minum dalam kemasan (AMDK).

BACA JUGA: Hilirisasi Seharusnya Lahirkan Industri Penopang yang Kuat

’’Minuman rasa-rasa seperti teh, kopi, dan jus botolan yang mungkin akan mendominasi. Kemudian, disusul snack, biskuit, dan roti,’’ terang Adhi, Selasa (5/2).

Adhi mengakui, permintaan mamin pada awal tahun ini masih sepi. Namun, dia yakin permintaan bakal melonjak menjelang pemilu April dan saat Lebaran pada Juni.

BACA JUGA: Ternyata Baru Dua Politeknik Berkolaborasi dengan Industri

’’Normalnya, setiap tahun ya seperti itu. Lonjakan terjadi pada bulan-bulan tersebut. Kami harap dua momen itu bisa menaikkan sales mamin,’’ tutur Adhi.

Demi meningkatkan kinerja bisnis, Gapmmi mendorong industri mamin memanfaatkan teknologi digital. Terutama untuk kepentingan promosi.

Apalagi, saat ini semuanya sudah mengarah pada Revolusi Industri 4.0. Jika tidak segera menyesuaikan diri dengan perubahan, menurut dia, Indonesia bisa kalah bersaing dengan negara lain.

’’Karena itu, penerapan digitalisasi adalah suatu keharusan,’’ tegas Adhi.

Pemanfaatan teknologi digital bisa membuat bisnis mamin lebih efisien. Sebab, dengan menggunakan data digital, kebutuhan konsumen sampai pemasaran produk bisa terdeteksi dengan pasti.

’’Lewat pemanfaatan big data teknologi digital, pengusaha bisa lebih cepat mengetahui kebutuhan market dan seperti apa spesifikasinya,’’ jelas Adhi.

Memang, saat ini pelaku industri mamin belum seluruhnya menerapkan teknologi digital di dalam kegiatannya. Namun, sudah mulai ada gerakan ke arah sana. (car/c14/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Investasi di Sektor Industri Tembus Rp 226 Triliun


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler