Penasaran dengan RJ Lino, Anak Buah Megawati Pelopori Pembentukan Panja Pelindo

Jumat, 04 September 2015 – 11:48 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi III DPR yang membidangi hukum, Masinton Pasaribu mengau heran dengan keanehan di balik pencopotan Komjen Budi Waseso dari posisi kepala Bareskrim Polri. Politikus PDI Perjuangan itu langsung menunjuk sosok RJ Lino, direktur utama PT Pelindo II sebagai biang kerok di balik pencopotan petinggi Polri yang akrab disapa dengan nama panggilan Buwas itu.

Masinton mengatakan, sosok Lino patut diungkap karena berani menebar ancaman lantaran kantornya digeledah Bareskrim Polri terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan mobile crane. Menurutnya, protes dan ancaman Lino ketika menelepon seorang menteri karena Pelindo II digeledah Bareskrim yang berujung pada pencopotan Buwas tentu menarik untuk ditelusuri.

BACA JUGA: Menteri Jonan Tidak Setuju Pemerintah Bangun KA Cepat Jakarta-Bandung

“Lino bisa menelpon atasannya bahkan mengancam mundur karena kantornya digeledah. Tampaknya Lino ketakutan sehingga dia mengancam,” ujar Masinton melalui layanan pesan WhatsApp, Jumat (4/9) pagi.

Ia menegaskan, Bareskrim tentu berhak melakukan penggeledahan dalam menangani kasus. Dalam kasus di Pelindo II, kata Masinton, Buwas tentu tak asal-asalan mengerahkan anak buahnya untuk menggeledah kantor BUMN pengelola pelabuhan itu.

BACA JUGA: PAN Dukung Pemerintah Dikhawatirkan jadi Embrio Lahirnya New Orde Baru

Anehnya, Buwas justru dicap membuat kegaduhan. Padahal, kegaduhan justru mulai mengemuka ketika Lino menelepon salah satu menteri untuk menyampaikan protes sekaligus ancaman.

“Faktanya justru Lino yang bikin gaduh. Karena setelah dia menelpon menteri, Wapres Jusuf Kalla menelpon Buwas, ada menteri menelpon Kapolri. Sebenarnya siapa yang bikin gaduh?” sambung Masinton.

BACA JUGA: Buwas Heran dengan Cara Berpikir Pak JK

Karenanya anak buah Megawati Soekarnoputri di PDIP itu menyebut Lino memiliki kekuatan yang sangat luar biasa sehingga terjadi anomali yang berujung pada pemaksaan pergantian Kabareskrim. Masinton pun mengajak publik untuk mencermati sepak terjang Lino.

Masinton menilai kasus mobile crane di Pelindo II yang diusut Bareskrim tentu tak terlepas dari Lino sebagai direktur utama. Bahkan kini sudah ada petinggi Pelindo II anak buah Lino yang jadi tersangka.

Karenanya Masinton akan menginisiasi pembentukan panitia kerja (panja) tentang kasus Pelindo II. Hal itu penting untuk mengungkap kasus mobile crane, kisruh dwelling time dan keputusan Lino memperpanjang konsesi pengelolaan pelabuhan peti kemas Tanjung Priok kepada Hutchison Port Holding (HPH).

”Siapakah Lino dan bagaimana pengaruh kekuasaannya menarik untuk ditelusuri DPR melalui usul pembentukan Panja Pelindo,” pungkasnya.(ara/JPG/JPNN)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Duh Jokowi, Katanya Fokus Infrastruktur di Luar Jawa, Malah Garap Kereta Cepat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler