Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 84 T

Rabu, 15 Desember 2010 – 05:45 WIB

JAKARTA - Kinerja sektor bea dan cukai tahun ini cukup mengesankanMemasuki pekan pertama Desember, target penerimaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sudah melampaui target.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Thomas Sugijata mengatakan, per 6 Desember lalu, realisasi penerimaan bea dan cukai sudah mencapai Rp 84,94 triliun

BACA JUGA: Laporan Keuangan Pemda Masih Belum Baik

"Jadi, sudah melampaui target," ujarnya di Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Selasa (14/12).

Dalam APBN-P 2010, target penerimaan bea dan cukai dipatok di angka Rp 83,07 triliun
Menurut Thomas, semua pos penerimaan menunjukkan kinerja bagus, mulai dari pos cukai, Bea Masuk, maupun pos Bea Keluar.

Data menunjukkan, penerimaan dari pos cukai sudah menembus angka Rp 60,519 triliun atau sebesar 102,1 persen dari target Rp 59,27 triliun

BACA JUGA: Daya Serap Anggaran Tetap Rendah

Sedangkan realisasi Bea Masuk sudah mencapai Rp 18 triliun atau 119,2 persen dari target Rp 17,11 triliun dan realisasi penerimaan Bea Keluar mencapai Rp 6,43 triliun atau 117,9 persen dari target Rp 5,45 triliun.

Sebelumnya, Direktur Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bachtiar mengatakan, pencapaian target tersebut terutama didukung oleh tingginya realisasi penerimaan cukai
"Tahun ini, penerimaan cukai, terutama cukai hasil tembakau (rokok) memang sangat baik," katanya.

Bahkan, lanjut Bachtiar, sejak akhir November lalu, penerimaan cukai rokok sudah mencapai Rp 56,66 triliun, melampaui target yang dipatok dalam APBN-P 2010 sebesar Rp 55,86 triliun

BACA JUGA: Akhir Maret, Seluruh SPBU Sudah Jual Pertamax

"Selain karena pengaruh kebijakan tarif baru cukai, penerimaan naik karena pengawasan terhadap peredaran cukai ilegal makin ketat," terangnya.

Sementara itu, Thomas menambahkan, terkait dengan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BM DPT), realisasinya memang masih minimIni dikarenakan kalangan pengusaha seperti enggan memanfaatkan fasilitas fiskal yang diberikan pemerintah tersebut"Kalau soal BM DTP, itu bukan di kami, tapi tergantung pada (minat) sektor industri," ujarnya(owi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PLN Operasikan Trafo Interbus di Gandul


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler