Pengamat: Dukungan Demokrat Semakin Bebani Prabowo-Hatta

Selasa, 01 Juli 2014 – 20:40 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens menilai bergabungnya Partai Demokrat (PD) ke koalisi pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tak perlu dikhawatirkan oleh kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pasalnya, keputusan politik partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu justru semakin memperjelas gambaran bahwa Prabowo-Hatta didukung partai-partai sarat masalah, terutama kasus korupsi.

“Selain menambah beban sandera kasus korupsinya, secara elektabilitas juga negatif. Sebab saat ini PD sedang mendapatkan hukuman dari pemilih karena banyaknya kasus korupsi yang menimpa elitenya,” kata Boni di Jakarta, Selasa (1/7).

BACA JUGA: Dari 903 Perkara Pileg, MK hanya Kabulkan 23 Perkara

Dipaparkannya, publik mencatat bahwa PD pada 2009 gembar-gembor dengan iklan “Katakan Tidak Pada Korupsi”. Hanya saja, sebut Boni, elite PD yang jadi bintang iklan antikorupsi itu justru dijerat KPK. Misalnya Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng ataupun Angelina Sondakh.

Karenanya Boni meyakini langkah PD ke Prabowo-Hatta justru menambah beban. Sebab, kata Boni, duet Prabowo-Hatta sebelumnya didukung oleh partai-partai yang elitenya terseret korupsi. Misalnya ada Ketua Umum PPP Suryadharma Ali yang menjadi tersangka kasus penyelenggaraan haji,  eks Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaaq yang terseret kasus suap kuota impr daging sapi, kasus suap Pilkada Jawa Timur yang menyeret petinggi Golkar, atau kasus Hambalang dan Century yang menyeret elite PD.

BACA JUGA: Terbebani Koalisi Gemuk, Prabowo Sulit Wujudkan Kesejahteraan

“Jadi ini malah semakin menampakkan bahwa kekuatan mereka (koalisi pendukung Prabowo-Hatta, red) hanya untuk memperjuangkan kepentingan elite orang per orang,” pungkas Boni.(ara/jpnn)

BACA JUGA: KPK Tak Mempersoalkan Akil Banding

BACA ARTIKEL LAINNYA... Besok, Anggoro Hadapi Sidang Vonis


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler