Pensiun dari Sepak Bola, Jadi Pengedar Sabu

Sabtu, 24 Desember 2016 – 09:30 WIB
PENGEDAR: Kasat Resnarkoba AKBP Roni Faisal Saiful Faton (kanan) menunjukkan barang bukti sabu dan ketiga tersangka, Jumat (23/12). Foto Andy Satria/Radar Surabaya/JPNN

jpnn.com - JPNN.com - Karier M Hasan Khalaf, 28, sebagai pelatih tim futsal terancam berakhir.

Hal ini setelah warga Jalan Raya Benowo ini ditangkap oleh Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, Jawa Timur.

BACA JUGA: Lagi Main Gitar Polisi Datang, Dor! Dor!

Mantan gelandang Persela Lamongan ini diamankan lantaran menjadi pemakai sekaligus pengedar narkoba.

Ia ditangkap bersama dua temannya yakni M Andri Candra Yulianto, 29, warga Jalan Sepanjang Tani, Sidoarjo, dan Catur Budi Arianto, 38, warga Jalan Senoputro, Surabaya.

BACA JUGA: Curanmor Suramadu, 1 Ditembak Mati, 2 Dilumpuhkan

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Roni Faisal Saiful Faton menjelaskan bahwa penangkapan M Hasan dan dua temannya berawal saat pihaknya mendapat informasi ada pesta sabu-sabu (SS) yang digelar di sebuah rumah di Jalan Jambangan Indah.

Setelah mendapat informasi itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan hingga menggerebek rumah tersebut.

BACA JUGA: Bak... Buk... Bak... Buk... Dua Penjambret Sekarat Diamuk Massa

”Hasilnya kami mendapati dua tersangka yakni Hasan dan Catur yang saat itu sedang asyik mengonsumsi SS. Dari tempat itu, kami juga menemukan barang bukti berupa satu poket SS serta delapan bungkus bekas SS lengkap dengan alat isapnya,” ungkap Roni, seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Sabtu (24/12).

Setelah menangkap dan memeriksa kedua tersangka, ternyata Hasan tidak hanya pemakai. Tetapi, dia juga mengedarkan SS.

Keterangan Hasan ini lantas didalami untuk mengungkap jaringan yang lebih besar. Hasan pun mengaku mendapatkan narkoba dari temannya yang bernama Candra di Sidoarjo.

”Setelah mendapat informasi itu, kami pun menggerebek rumah Candra dan menemukan barang bukti berupa dua poket SS dengan berat kurang lebih 4,6 gram,” lanjut Roni.
Dia menambahkan bahwa modus peredaran SS yang dilakukan Hasan dengan menjadi penyuplai sabu ke temannya yang biasa menggelar pesta narkoba.

Salah satunya adalah Catur. Setelah mendapat pesanan, dia lantas menghubungi Candra untuk menyediakan barang. Kemudian, dia melakukan transaksi dengan cara diranjau.
”Saat ini kami masih mendalami kasus ini untuk menangkap bandarnya yang lebih besar,” tambah Roni.

Sementara itu kepada polisi, Hasan mengaku sudah lama mengonsumsi sabu. Namun kebiasaan itu dia lakukan setelah pensiun dan tidak lagi bermain di Persela.

Dia mulai mengenal sabu karena diajak oleh beberapa teman hingga diminta untuk membelikan. Setelah itu, dia lantas beralih menjadi penyuplai sabu bagi temantemannya.

”Saya memakai SS untuk tambahan stamina. Sedangkan uang hasil penjualan sabu saya gunakan untuk tambahan biaya hidup,” ungkap pelatih futsal di salah satu SMA di Lamongan ini.

(yua/jay/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua Kadin Ini Terancam UU ITE Gara-Gara Bom Termos


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler