Penyaluran Kredit Rumah Tangga Menurun

Kamis, 20 September 2018 – 01:53 WIB
Bank Indonesia. Foto: dokumen Indopos/JPNN

jpnn.com, SAMARINDA - Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan penyaluran kredit rumah tangga (RT) pada triwulan kedua 2018 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan mencapai 5,93 persen menjadi 5,42 persen.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, pertumbuhan kredit RT Kaltim masih ditopang oleh kredit kendaraan bermotor dan kredit properti.

BACA JUGA: Silakan Baca, Respons Pak SBY Sikapi Tuduhan Asia Sentinel

Dua sektor itu meningkat menjadi 2,78 persen dan 4,22 persen pada triwulan kedua 2018 dari sebelumnya yang minus 7,21 persen dan 3,87 persen.

Sementara itu, kredit multiguna mengalami perlambatan dari 10,46 persen menjadi 8,72 persen.

BACA JUGA: Bank Indonesia: Rupiah Rp 15 Ribu Beda dengan Krisis 1998

“Pertumbuhan kredit rumah tangga Kaltim pada triwulan kedua ini memang melambat. Namun, risikonya malah meningkat,” tutur Nur sebagaimana dilansir laman Prokal, Rabu (19/9).

Menurut dia, pada triwulan kedua 2018, non performing loan (NPL) kredit rumah tangga Kaltim meningkat dari 3,61 persen menjadi 3,69 persen.

BACA JUGA: Cadangan Devisa Terendah sejak Januari 2017

Hal itu disebabkan oleh peningkatan risiko kredit properti dari 7,39 persen menjadi 7,62 persen.

Setelah itu, diikuti peningkatan risiko kredit multiguna dari 1,29 persen menjadi 1,33 persen.

Sementara itu, untuk kredit kendaraan bermotor mengalami penurunan dari 2,82 persen menjadi 2,70 persen.

“Berdasarkan pantauan kami di sektor properti, kredit properti memiliki NPL tinggi. Masih dipicu oleh tingginya suku bunga kredit perbankan yang disertai dengan penurunan kapasitas pembayaran hutang dari nasabah,” kata Nur. (ctr/ndu/k18)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Langkah BI Dinilai Hanya Mencegah Kepanikan


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler