Perampok Beraksi, Penjaga Ruko Disekap, Rp178 Juta Dibawa Kabur

Selasa, 23 Mei 2017 – 18:08 WIB
Perampok bersenjata. Ilustrasi: Jawa Pos Radar Solo

jpnn.com, BATAM - Salah satu ruko yang berada di Komplek Anggrek Sari, Batamkota, Kepulauan Riau, menjadi sasaran aksi perampokan, Senin (22/5) pagi.

Untuk melancarkan aksinya, kawanan perampok ini bahkan menyekap penjaga ruko, Basri, 31.

BACA JUGA: Wali Kota Batam Ngotot Minta Tarif Listrik Turun

Ditemui di Mapolsek Batamkota, Basri menuturkan bahwa saat itu pelaku yang berjumlah tiga orang masuk melalui pintu utama ruko dengan cara merusak pintu menggunakan linggis.

Pelaku yang berhasil masuk, langsung menuju ke kamar Basri dan melakukan penyekapan tehadap Basri.

BACA JUGA: Dikejar Petugas, Perampok Nyemplung ke Tambak

"Diam aja kau, kalau kau masih mau hidup," ujar Basri menirukan perkataan salah seorang perampok kepadanya.

Basri yang saat itu diancam dengan menggunakan linggis tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya bisa pasrah, ketika salah seorang pelaku mengikat kaki dan tangannya, serta menutup kepalanya.

BACA JUGA: Parkir Berlangganan Belum Terealisasi, Target pun Gagal Tercapai

"Kaki saya diikat dengan kabel charger, kalau tangan saya diikat dengan tali tas. Kemudian kepala saya ditutup sama kain taplak meja," ujarnya.

Dikatakan Basri, dia tidak mengenal kawanan perampok yang beraksi sekitar pukul 04.45 WIB tersebut. Pasalnnya, mereka menggunakan sebo agar wajahnya tidak diketahui oleh kobannya.

"Saya dijaga sama satu orang, posisi saya setelah diikat terlungkup dan diduduki satu orang yang menjaga saya itu," ucapnya.

Pada saat dalam kondisi terikat dan dalam ancaman, kawanan perampok itu menanyakan dimana tempat penyimpanan uang kepada Basri. Lagi-lagi karena dalam kondisi tertekan, Basri memberi tahu bahwa tempat penyimpanan uang berada di lantai atas.

"Satu menjaga saya di bawah. Sementara dua orang lagi langsung naik ke atas. Diatas mereka sekitar dua puluh menit, kemudian langsung keluar," tuturnya.

Setelah memastikan kawanan perampok itu telah pergi, Basri kemudian berusaha untuk melepaskan ikatan yang ada di kakinya tersebut. Ikatan itu pun akhirnya terlepas, sementara tangannya masih terikat kencang.

"Saya datang ke pos sekuriti. Ikatan di tangan saya dipotong pakai pisau. Setelah itu baru kasi tahu sama pak Arisman. Dia bos saya," imbuhnya.

Ruko itu kata Basri tidak selalu ditempati bosnya. Meski memang beberapa kali bosnya mengingap di sana. "Tidak selalu di sini. Tetapi sering juga di sini," katanya.

Sementara itu, Kanit Buser Polsek Batamkota Ipda Mega Satria membenarkan adanya kejadian ini. Setelah mendapatkan laporan itu, pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian untuk dilakukan olah Tempat Kejadian Perakara (TKP).

"Mereka membawa kabur satu buah berangkas setinggi tiga meter. Pengakuan managernya, di dalam berangkas itu berisi uang sekitar Rp178 juta, empat buah BPKP mobil dan surat tanah," ucapnya.

Mega menambahkan, saat kejadian pelaku juga menyekap penjaga toko. Tangan dan kaki penjaga toko itu diikat, sementara kepala penjaga toko juga ditutup dengan kain taplak meja.

"Saat ini kasusnya masih kita lakukan penyelidikan untuk mengejar pelakunya," imbuh Mega. (cr1)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wako Batam: Lahan di Luar KEK Harus Dikelola Pemko


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
perampokan   Batam  

Terpopuler