Peredaran Narkoba Semakin Mengerikan, Ini Datanya

Jumat, 23 September 2016 – 01:41 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - SANGATTA – Sebagai jalur lintas provinsi, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi salah satu kawasan empuk bagi peredaran gelap narkoba.

Terbukti dengan keberhasilan Kepolisian Resort (Polres) Kutim menyita narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 14.026 kilogram hanya dalam waktu sembilan bulan terakhir.

BACA JUGA: Jumlah PNS Menyusut, Angkat Honorer

Tak sampai disitu saja, sebanyak 22.721 butir pil doubel L juga berhasil diamankan dari peredaran.

Semua barang bukti tersebut diamankan polisi dari tanggan 176 pengedar, atau hasil ungkap 130 kasus yang dilakukan Satreskoba Polres Kutim.

BACA JUGA: Politikus PDIP: Usir Bulog!

Kapolres Kutim AKBP Rino Eko mengakui, potensi peredaran narkoba di wilayah Kutim terbilang cukup tinggi. Bahkan ada tren peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir.

Seperti pada 2014 lalu, terdapat sebanyak 86 kasus narkoba. Kemudian di 2015 angkanya naik menjadi 90 kasus.

BACA JUGA: Sungai Batang Meluap, 1.500 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Jika melihat rentan waktu yang ada, maka di 2016 ini kemungkinan data ungkap kasus narkoba oleh unit opsnal Satreskoba masih bisa bertambah lagi.

Meski begitu, Kapolres menuturkan, peredaran narkoba tersebut rata-rata masih dalam skala kecil.

Yang mengendarkan itu pun adalah para bandar kecil dengan kaki tangan antara tiga atau empat kurir. Barang yang dijual belikan pun maksimal 15 gram.

Kecuali hasil tangkapan 14 kilogram di Bengalon pada Juli lalu. Namun mereka yang membawa narkoba jenis sabu-sabu itu bukanlah bandar utamanya. Melainkan mereka hanya sebagai kurir.

“Sampai sejauh ini, dari hasil penyelidikan yang sudah kita lakukan, kita belum ada mendapatkan bandar besar yang khusus main di Kutim. Rata-rata para pengedar yang telah kita tangkap membeli sabu dari pada bandar di Bontang dan Samarinda,” kata Rino, Rabu (21/9) kemarin. (drh/aj/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mensos Minta Pengungsi Sumedang segera Direlokasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler