Perikanan Bengkulu Lampaui Target

Rabu, 11 Mei 2011 – 06:03 WIB

BENGKULU - Potensi hasil perikanan Bengkulu yang tinggi barangkali tak lepas dari panjang garis pantainya 536 kilo meter persegi ke arah lautHasil perikanannya melampaui target

BACA JUGA: Pusat Siap Kaji Pembentukan 3 Provinsi di Sumut

Ini tentunya mendukung target nasional, 353 persen pada 2014
’’Bengkulu memiliki potensi yang sangat tinggi

BACA JUGA: Pemko Batam Pastikan Tak Bubarkan Ahmadiyah

Dari target 100 ton per tahun, sudah melewati dan mencapai 113 ton per tahun
Ke depan target ini akan kami naikkan lagi,’’ ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad saat peletakan lunas kapal ikan 30/gross ton di Bengkulu, Selasa (10/5)

BACA JUGA: Mendagri Sudah Teken SK Penonaktifan Bupati Lamtim



Luas  lepas zona eksklusif ekonomi (ZEE) 200 mil memiliki luas proteksi 195 ribu kilo meter persegi untuk perikanan tangkap (payau dan laut) pun menjadi alasan Bengkulu masuk target prioritas pemerintah pusatDengan mengalokasikan dukungan anggaran Rp 49 miliar untuk meningkatkan produksi minapolitan, pemerintah membidik 150 ton per tahunSaat ini  potensi lestari sudah 126 ton per tahun dan sudah dimanfaatkan sebanyak 39 persen’’Bengkulu dihadapkan dengan Samudera Hindia yang sangat luasJadi kami membutuhkan kapal tangkap yang besar,’’ ujar Bismalinda, kepala Dinas Perikanan Bengkulu.

Provinsi Bengkulu juga tengah melakukan retrukturisasi armada perikanan dan percepatan pelaksanaan program ketahanan pangan melalui pembangunan kapal di atas 30 gros ton’’Kami bersyukur provinsi kami  menjadi prioritas untuk pengadaan kapal, kami mendapatkan 3 bantuan kapal yang hari ini (kemarin,Red) diresmikan Pak Menteri,’’ lanjut wanita berkerudung tersebut

Bengkulu daerah pertama yang menerima alokasi program pengadaan kapal 1000 unit hingga 20143 unit kapal tersebut akan didistribusikan ke nelayan kelompok usaha bersama (KUB)Dengan potensi yang ada, Kementerian Kelautan dan Perikanan berharap, Bengkulu lebih meningkatkan kinerja daerahKarena selama ini belum tergarap dengan maksimal karena beberapa halSeperti belum memiliki konsep kebaharian, kesulitan dana, dan kurangnya sumber daya manusia yang profesional(nel)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Korupsi Dana Bansos Rugikan Rp1 Miliar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler