Perlu Kampanye Masif Tentang Bahaya Susu Kental Manis

Kamis, 26 April 2018 – 19:22 WIB
Ilustrasi susu. Foto: AFP

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris meminta berbagai pihak menggalakkan kampanye agar masyarakat teredukasi dan menghentikan pemberian susu kental manis kepada anak.

“Yang dihadapi adalah perusahaan besar. Jadi, perlu ada kampanye yang masif dan kuat tentang bahaya susu kental manis,” jelas Fahira, Rabu (25/4).

BACA JUGA: Lihat, Dua Anak Suku Asmat Anteng Digendong Jokowi

Dia juga mengaku akan menjadi penyambung kampanye dan edukasi itu ke masyarakat dalam setiap kunjungan lapangan.

“Saya akan tindak lanjuti persoalan susu kental manis ini ke KPI,” tegas Fahira.

BACA JUGA: Susu Kental Manis Bukan untuk Anak-Anak

Senada dengan Fahira, anggota DPR dari Fraksi Gerindra Rahayu Saraswati  meminta produsen bertanggung jawab atas sesat pikir masyarakat terhadap susu kental manis.

Menurut dia, adanya sejumlah balita yang mengalami gizi buruk akibat mengonsumsi susu kental manis seharusnya menjadi alasan kuat pemerintah untuk menindaklanjuti masalah itu.

BACA JUGA: ASI Tercukupi, Anak Tidak Butuh Susu Kental Manis

“Saya termasuk yang membantu advokasi persoalan ini agar selanjutnya dapat menjadi perhatian di komisi IX DPR RI. Susu kental manis bukan asupan utama. Produsen harus bertanggung jawab memastikan dalam beriklan susu kental manis bukanlah asupan yang utama,” ujar Rahayu.

Sara menilai perlu ada tekanan terhadap Kementerian Kesehatan dan BPOM agar dapat lebih memperhatikan persoalan ini.

“Ini sudah ada korban jiwa. Pemerintah harus menganggap ini hal yang serius sehingga ada action dalam bentuk pengawasan,” tegas Sara.

Beberapa waktu yang lalu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Ibnu Sina mengadakan survei tentang konsumsi susu kental manis untuk anak di Batam.

Survei dilakukan karena sejumlah balita ditemukan menderita gizi buruk akibat mengonsumsi susu kental manis di beberapa kota di Indonesia, termasuk Batam.

Salah satu balita yang menderita adala VA (10 bulan) asal Sagulung Kota, Batam, Januari lalu.

Saat itu, dia dirawat di RSUD Embung Fatimah akibat gizi buruk. VA yang sejak usia dua bulan sudah mengonsumsi susu kental manis mengalami gangguan kesehatan.

Berat badannya hanya sekitar empat kilogram dari seharusnya sepuluh kilogram.

“Kasus yang menimpa VA yang belum genap satu tahun ini merupakan kasus baru yang menjadi perhatian bagi semua khalayak. Besar kemungkinan tidak hanya VA yang mengonsumsi susu kental manis sejak dini, tetapi masih ada orang tua lain yang belum teredukasi dan memberikan susu kental manis untuk balitanya,” kata Ketua STIKES Ibnu Sina Fitri Sari Dewi. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masalah Gizi Buruk Kronis Sudah Gawat Darurat


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler