Pernyataan Terbaru Nadiem Makarim soal Seleksi PPPK Guru, Bikin Lega Honorer

Jumat, 13 Mei 2022 – 22:50 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim menyampaikan informasi soal seleksi PPPK guru. Foto Humas Kemendikbudristek

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyampaikan guru selalu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Dia juga menegaskan guru merupakan garda terdepan dalam menentukan arah dan masa depan pendidikan Indonesia.

BACA JUGA: Nadiem Makarim: Saya Tidak Paksa Sekolah Menerapkan Kurikulum Merdeka, tetapi...

Nadiem menyebutkan salah satu bukti prioritas pemerintah adalah dibukanya seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honorer.

“Sudah ada lebih dari 300 ribu guru yang lolos seleksi PPPK 2021 dan mendapatkan penghasilan yang jauh lebih layak," ujar Nadiem Makarim di Jakarta, Jumat (13/5).

BACA JUGA: 758 Guru Terima SK PPPK, Lalu Pathul Bahri Berpesan Begini

Dia memastikan akan terus melanjutkan program tersebut untuk memastikan guru-guru honorer mendapatkan hak yang sepadan dengan pengabdiannya.

Bukti keseriusan pemerintah adalah dengan memperbesar kuota PPPK 2022.

BACA JUGA: Kemendikbudristek Ingin Ambil Alih Usulan Formasi PPPK 2022, Honorer Setuju?

Selain itu, 193 guru honorer lulus passing grade (PG) tanpa formasi akan diprioritaskan diangkat tahun ini

"Para guru honorer yang lulus PG, baik tahap pertama dan kedua tidak perlu tes lagi. Mereka diangkat begitu formasi dibuka," terangnya.

Selain itu, para guru tersebut tidak akan dipindahkan ke daerah lain. Mereka akan tetap mengabdi di sekolah induk atau masih pada wilayah yang sama jika formasi (sekolah induk) sudah terpenuhi

Nadiem juga menyentil soal dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Kemendikbudristek melakukan transformasi kebijakan dana bantuan untuk sekolah, mulai dari PAUD sampai SMA dan sederajat.

Sebelumnya, besaran dana untuk setiap murid di seluruh Indonesia adalah sama, tetapi sekarang disesuaikan dengan tingkat kemahalan daerah.

Melalui perubahan kebijakan BOS Majemuk tersebut, banyak sekali sekolah di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) yang mengalami peningkatan dana bantuan operasional sampai lebih dari dua kali lipat.

“Dana bantuan operasional sekolah sekarang juga langsung dikirim ke rekening sekolah dan penggunaannya jauh lebih fleksibel, sehingga kebutuhan sekolah bisa segera terpenuhi," terang Nadiem.

Lebih lanjut dia mengatakan dengan transformasi dana BOS, para kepala sekolah bisa memberikan gaji yang lebih layak bagi guru honorer dan tenaga kependidikan di sekolahnya. (esy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ada Honorer di Sekolah, Guru ASN Tetap Harus Menjalankan Tugas dengan Baik


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler