Peserta OSTW Dipameri American Dream

Selasa, 15 November 2011 – 00:15 WIB
Warga RI di Pittsburgh berfoto bersama rombongan OSTW 2011 di rumah Tri Hardono Phd, Minggu (13/11) waktu AS. Foto : Ridlwan/Jawa Pos

PITTSBURGH - Berani bermimpi dan kerja kerasDua resep jitu itu ditularkan warga Indonesia yang sedang bermukim di Pittsburgh, AS pada 21 siswa Outstanding Student For The World (OSTW) yang berkunjung Minggu (Senin 14/11 WIB)

BACA JUGA: Linda Soroti Semakin Merosotnya Minat Baca



”Ada istilah American dream, yaitu impian setiap orang untuk bisa hidup sukses bahagia di sini
Itu bisa ditempuh dengan semangat dan kerja,” ujar Tri Hardono, Phd, sesepuh warga Indonesia di Pittsburgh

BACA JUGA: Geopark Perlu Dimasukkan Dalam Muatan Lokal di Sekolah

Tri bekerja di Westinghouse Electric Company, sebuah perusahaan pembangkit listrik tenaga nuklir yang terkenal di AS. 

Pertemuan berlangsung akrab dan santai di rumah Tri, kawasan Moenroeville, Pittsburgh
Siswa Indonesia terlihat sangat menikmati masakan khas Indonesia yang disuguhkan, seperti rendang, sambel goreng ati, ayam tumis, lumpia Semarang dan aneka lainnya

BACA JUGA: Optimis Bahasa Indonesia jadi Bahasa Internasional

”Kami sangat bangga menerima adik-adik, semoga bisa kuliah disini dan tinggal bersama kami,” kata Tri

Beberapa orang keluarga Indonesia yang menyambutDi antaranya Ir Pribadi Kardono dan Timur Sriharto, warga Indonesia yang mendirikan perusahaan di Pittsburgh,  Prof Doni Wulandana pengajar University Of Pittsburgh, Indra Ridwan, kandidat doktor bidang musik di University of Pttsburgh dan beberapa mahasiswa yang sedang kuliah di kota berjuluk Steel City ituMereka juga mengajak istri dan anak-anak mereka.

”Kota ini tenang dan cocok untuk belajar, bahkan masuk peringkat pertama untuk kota paling nyaman atau most livable city di Amerika versi majalah Forbes,” kata Pribadi Kardono

Penduduk Pittsburgh tidak banyak, statistik 2010 menunjuk angka 305.704 untuk luas kota 151 km2Itu artinya kepadatannya tak sampai tiga ribu orang per kilometer persegi”Masih selo (lowong,red), tinggal di sini saja Mas,” kata Pribadi yang asli Jogja itu pada Jawa Pos lalu tersenyum.

Siswa OSTW lantas pentas di lantai dua rumah Tri yang luasMereka menyanyi lagu-lagu daerah.  Lalu, Ikhsan Brilianto dari SMA 1 Jogjakarta pentas tari klasik Topeng Klono yang disambut tepuk tangan riuh”Karena teman-teman pentas, kami juga mau tampil,” ujar Tri.

Rupanya, selain doktor teknik, Tri juga jago main gamelanYang nabuh adalah anak-anak keluarga Indonesia di PittsburghMereka membentuk kelompok bernama Taman Budaya

Tiga gending dimainkan dengan apik yakni Prau Layar, Gambang Suling, dan Suwe Ora Jamu”Padahal, anak-anak ini lahir dan besar disini, tapi mereka kita ajari pelan-pelan agar mau nguri-uri budaya bangsa,” kata Prof Doni Wulandana yang juga asli Jogjakarta

”Ini adalah malam paling asyik selama dua minggu di Amerika,” ujar Aldino Jazmi, siswa SMA 28 peraih spesial award olimpiade robot di Australia 2010”Apalagi, kita ketemu nasi lagi,” sambung Irfan Haris pemegang medali emas olimpiade biologi

Pertemuan berakhir pukul 22 malam (10 pagi WIB) dan diakhiri dengan menyanyikan lagu Tanah Air dan KemesraanHampir semua keluarga Indonesia yang tinggal di Pittsburgh terharuBahkan, mata Tri dan Pribadi tampak berkaca-kaca menahan tangis”Terima kasih kunjungannya, datang lagi ya,” kata Tri.(rdl)   

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anggaran Pendidikan Harus Tepat Sasaran


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler