Pilkada Banten Memanas, Relawan Perang Klaim di Kota Baja

Senin, 17 Oktober 2016 – 10:52 WIB

jpnn.com - CILEGON – Menjelang Pilgub Banten, aroma persaingan antar-relawan pemenangan sudah mulai terasa di Kota Cilegon. Pada Sabtu (15/10) relawan Rano Karno (RK)-Embay Mulya Syarif dideklarasikan di Purwakarta. Tak mau kalah, tim relawan Wahidin Halim (WH)-Andika Hazrumy pun mengklaim bahwa mereka sudah menguasai kota baja.

Ketua tim relawan Rano-Mulya, Fathurrohman mengklaim, sudah membentuk relawan mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga tingkat Kota Cilegon.

BACA JUGA: PAN Dukung Polri Tangkap Penyebar Isu Amien Rais Mau Diperiksa

“Kami prediksi, persiapan relawan yang ditargetkan sudah mencapai 80 persen,” katanya, kepada wartawan usai deklarasi, Sabtu (15/10), di Jalan Raya Cilegon-Anyar, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta.

Fathurrohman menyatakan, setelah dikumpulkannya relawan tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota, selanjutnya adalah menyiapkan para relawan untuk tingkat RT/RW.

BACA JUGA: Habib Rizieq Dibela, Ancam Ahok Bukan Pidana

“Kami akan siapkan itu semua karena target kami untuk bisa memenangkan pasangan Rano-Mulya di Cilegon minimal harus mempunyai tim relawan sebanyak 2.000 orang,” terang Fathurrohman.

Kata Fathurrohman, jumlah 2.000 orang adalah jumlah paling sedikit. “Tapi kami berharap, tidak hanya 2.000 orang saja yang bergabung dalam tim relawan pemenangan Rano-Mulya. Syukur-syukur bisa lebih dari 2.000 orang,” ujar Fathurrohman.

BACA JUGA: Sebarkan Kuisioner Charta Politika, Mahasiswa Diinterogasi Pak RT

Dikatakan Fathurrohman, para relawan itu juga nanti ditugaskan untuk melakukan pengawasan sampai di tingkat tempat pemungutan suara. (TPS).

“Kami optimistis, Cilegon bisa memberikan suaranya untuk Rano-Mulya,” katanya.

Lebih lanjut, kata Fathurrohman, ia bersama yang lainnya lebih memilih menjadi tim relawan Rano-Mulya lantaran pasangan calon tersebut dianggap lebih baik dan lebih bersih dibandingkan pasangan calon yang satunya.

“Ya, kami ingin ada perubahan di Banten. Oleh karena itu, kami lebih memilih Rano-Mulya,” imbuhnya.

Bendahara tim relawan Rano-Mulya, Maman Suherman berharap, Rano-Mulya bisa memenangkan pemilihan gubernur (pilgub) tahun depan. “Kami memilih Rano-Mulya karena kami ingin ada perbaikan di Banten. Kami ingin Banten bersih dari korupsi tidak seperti yang sudah-sudah,” ujar Maman.

Di bagian lain, relawan WH-Andika juga tidak tinggal diam. Ketua Aliansi Relawan Fundamentalis (Analis) dan Relawan Baja Nawawi Sahim mengklaim bahwa pihaknya sudah lebih dulu bekerja. Bahkan sebelum partai politik mendeklarasikan WH-Andika.

“Kami sudah lama bekerja menyosialisasikan WH,” kata Nawawi.

Nawawi yang merupakan kader dan fungsionaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak khawatir dengan keputusannya yang berbeda dengan sikap PPP yang mendukung Rano-Embay.

“Saya tidak khawatir. Toh partai saya juga tidak memenuhi mekanisme partai dalam mengambil keputusan mengusung Rano-EMbay,” kata Nawawi.

Dia mengklaim, Relawan Baja dan Analis sudah memiliki lebih dari 2.200 relawan hingga tingkat RT. Relawan yang dipimpinnya pun multisegmen, mulai dari pemuda, ibu rumah tangga hingga buruh. “Kami targetkan bisa menguasai Kota Cilegon hingga 70 persen,” katanya. (mam-ibm/ira/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jarang Blusukan, Ahok Takut Bertemu Warga?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler