PMII-GMMI Ajak Pemuda Perang Melawan Gerakan Radikalisme

Selasa, 21 Agustus 2018 – 10:31 WIB
Narasumber dalam acara Seminar Kebangsaan yang digelar PMII dan GMMI. Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, LAMPUNG - Korps PMII Putri (Kopri) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Lampung bekerja sama dengan Generasi Muda Muslim Indonesia (GMMI) menggelar seminar kebangsaan bertajuk Peran Pemuda Dalam Menangkal Radikalisme di Lampung, Senin (20/8).

Ketua Kopri Lampung, Ana Yunita Pratiwi mengatakan, seminar kebangsaan ini dilaksanakan berdasarkan keresahan para pemuda melihat aksi radikalisme yang sudah terang-terangan.

BACA JUGA: Mahasiswa Jangan Takut Laporkan Kegiatan Mencurigakan

“Kami tidak menginginkan para pemuda penerus bangsa terjebak dalam situasi yang menjurus pada gerakan radikalisme. Pemuda perlu pengetahuan, pemahaman tentang bahaya radikalisme,” kata Ana di Aula Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Senin (20/8).

Dia mengungkapkan, sasaran peserta kegiatan seminar ini adalah mahasiswa baru. Pasalnya mereka adalah pemuda yang baru akan menginjak usia matang. "Sehingga harus diarahkan dengan benar, agar tidak terjerumus dalam gerakan-gerakan radikalisme,” paparnya.

BACA JUGA: Cegah Radikalisme, Harus Ada Program Khusus untuk Mahasiswa

Sementara itu, Ketua Jurusan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Imam Syafii mengatakan, radikalisme bukan hanya mengancam Lampung, namun seluruh Indonesia merasakan ancaman bahaya tersebut. Karenanya dibutuhkan pengetahuan tentang bahaya dan ancaman itu sendiri.

“Pemateri yang dihadirkan adalah orang-orang yang kompeten. Saya yakin, adik-adik mahasiswa baru yang hadir pada seminar kali ini akan diberi pengetahuan dan pemahaman akan bahaya radikalisme, sehingga tidak terjebak didalamnya,” ucap Imam Syafii.

BACA JUGA: Pencegahan Terorisme di Perbatasan Butuh Pendekatan Khusus

Sementara itu, Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Lampung, Tajudin Nur menjelaskan paham radikalisme tidak muncul dengan sendirinya, akan tetapi didorong oleh lingkungan yang bahkan tidak mengerti jika sedang menyebarkan paham radikalisme.

Tajudin menjelaskan, ada begitu banyak cara oknum-oknum tidak bertanggung jawab dalam menyebarkan ajaran radikalisme. Saat ini mulai dari anak kecil hingga dewasa sudah dikenalkan dengan atribut atau lambang radikalisme.

"Sehingga secara tidak langsung tertanam dalam jiwa mereka, yang kemudian begitu mudah di konversi menjadi sebuah gerakan radikalisme,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Pendidikan Agama dan Dakwah Forum Koordinasi Penanggulangan Teroris (FKPT) Provinsi Lampung, Abdul Syukur mengatakan, radikalisme adalah paham yang membenarkan segala bentuk tindakan yang merusak demi tercapai tujuannya.

“Mereka itu mau dan tega merusak demi mencapai tujuannya, bukan hanya itu bahkan mereka rela melakukan bunuh diri saat melakukan aksinya,” kata Abdul Syukur yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakuktas Dakwah dan Komunikasi ini.

Dia mengajak peserta seminar untuk bersama-sama memerangi paham radikalisme. “Mari bersama memerangi paham radikalisme, baik yang berusaha merusak kita dari luar maupun dari dalam. Siapa pun itu, ormas apa pun itu, yang berniat merusak keutuhan NKRI maka harus kita perangi,” pungkasnya. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Direktur CISS: Ilmu Intelijen Sangat Penting untuk Mahasiswa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
radikalisme   PMII  

Terpopuler