Polisi Masih Buru Pelaku Penembak Misterius di Sudirman

Kamis, 23 Maret 2017 – 18:37 WIB
Pistol. Foto: pixabay

jpnn.com, JAKARTA - Polda Mero Jaya masih terus menyelidiki kasus penembakan misterius yang melukai Irenius Bransafsafubun, 21, di sekitaran Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (21/3) lalu.

Aksi koboi yang hanya dilatari persoalan sepele, hanya lantaran pelaku tak suka ditatap matanya oleh korban.

BACA JUGA: Astaga, Teman Ditembak Dari Jarak 15 Meter

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menegaskan, bahwa pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku. Saat ini masih dalam pengejaran tim reserse gabungan Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya.

Sementara korban yang mengalami luka tembak pada punggung masih dalam perawatan di RS Pelni Jakarta.

BACA JUGA: Tim Sukses Tembak Tim Sukses, Di Leher, Di Perut...

Dijelaskan Argo, kejadian penembakan itu berlangsung pada Selasa (21/3) dini hari, sekitar pukul 03.15.

Awalnya, korban bersama enam orang temannya, yakni Sendi, Carlos, Rudi, Wawa, Fatur, dan Yanes sedang berjalan-jalan lalu nongkrong sambil minum-minum di Plaza Barat Senayan di Jalan Asia Afrika Senayan, Jakarta Pusat.

BACA JUGA: Sadis! Pemuda Tembak Nenek, di Dada, di Lengan...

Saat sedang nongkrong santai, Sendi dan Rudi tanpa sengaja menatap dua pelaku yang juga sedang nongkrong di lokasi yang sama.

Kedua pelaku sebelumnya terlihat tiba di lokasi dengan mengendarai motor. Tak terima mata ditatap, kedua pelaku lantas menghardik Sendi dan Rudi.

”Kenapa Mas lihat-lihat?” lontar pelaku. Akibatnya cekcok mulut diantara mereka tak terhindarkan.

Pertengkaran berujung dengan pemukulan pelaku terhadap Rudi, namun langsung dibalas Rudi. Mendapat balasan pukulan, pelaku langsung berlari ke arah beberapa temannya yang sedang nongkrong tak jauh dari lokasi.

Sementara di saat yang sama, untuk menghindari keributan Rudi cs memilih masuk ke dalam mobil untuk segera meninggalkan lokasi. Mobil Rudi cs yang dikemudikan korban Irenius langsung mengarah ke Jalan Sudirman melalui Pintu 1 Senayan.

Namun melihat Rudi cs pergi meninggalkan lokasi menggunakan mobil yang dikemudikan Irenius, pelaku langsung mengejar menggunakan sepeda motor.

Mobil yang ditumpangi Rudi akhirnya terkejar begitu mobil masuk ke jalur cepat Jalan Sudirman mengarah ke kolong Jembatan Semanggi diikuti motor pelaku yang turut masuk ke jalur cepat Jalan Sudirman.

Saat itulah pelaku melepaskan sekali tembakan ke arah mobil yang ditumpangi Rudi cs. Ketika mobil Rudi cs melintasi kolong Jembatan Semanggi mengarah ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan terus dibayang-bayangi motor pelaku, dua tembakan kembali dilepaskan pelaku ke arah mobil Rudi cs.

Gema suara tembakan memecah keheningan Jalan Sudirman di pagi buta itu. Sayangnya tak ada satupun petugas polisi yang berjaga di sepanjang jalan protokol itu.

Meski ditembaki, mobil yang dikemudikan korban Irenius dan teman-temannya tetap melaju kencang menghindari pelaku yang terus mengejar seperti kesetanan. Begitu mobil tiba di Bundaran HI yang langsung berputar balik kembali ke arah Jembatan Semanggi, pelaku tetap mengejar.

Kali ini, pelaku kembali melepaskan tembakan ke arah mobil korban. Tembakan kali ini mengenai punggung sebelah kiri Irenius yang menembus dari jok mobil.

Dalam kondisi berdarah-darah, mobil diarahkan korban menyusuri jalan Gatot Subroto langsung menuju ke Mapolres Jakarta Barat untuk meminta bantuan. Sementara pelaku yang awalnya terus mengejar akhirnya memilih berbelok ke arah Kuningan.

”Korban dan teman-temannya tiba di Mapolres Jakarta Barat, namun diminta pihak polres untuk melapor ke Polda Metro Jaya. Selanjutnya korban langsung menuju RS Pelni Petamburan dan tiba di rumah sakit itu pukul 04.20,” terang Argo kepada Indopos Rabu (22/3).

Di rumah sakit tersebut korban mendapat pengobatan dan perawatan. Selanjutnya korban melapor ke Mapolda Metro Jaya. ”Nah, dari keterangan korban dan saksi-saksi yang ada di dalam mobil itu, ada empat tembakan yang dilepaskan pelaku,” terang Argo.

Diterangkan Argo pula, tim dokter juga sudah mengangkat proyektil peluru dari punggung korban dan saat ini masih dalam penelitian Puslabfor Polri untuk mengetahui jenis peluru, kaliber peluru, dan dari jenis senjata apa yang digunakan pelaku menembak korban.

Selain itu, pihaknya juga sudah memeriksa enam saksi yang merupakan teman-teman korban di dalam mobil itu, yakni Sendi, Carlos, Rudi, Wawa, Fatur, dan Yanes.

Termasuk saksi-saksi mata di lokasi kejadian untuk mengungkap ciri-ciri pelaku dan pelat nomor kendaraan motor pelaku. ”Semoga dalam waktu dekat pelaku segera tertangkap,” pungkasnya. (ind)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aksi Penembakan, Polisi Cari Pemilik Mobil Swift


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler