PPh Nonmigas Tantangan Terberat Realisasikan Target Pajak

Senin, 25 Desember 2017 – 16:15 WIB
Ilustrasi pajak. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah sudah menetapkan target penerimaan pajak pada 2018 sebesar Rp 1618,1 triliun.

Jumlah tersebut naik sembilan persen daripada target penerimaan perpajakan tahun ini yang sebesar Rp 1472,7 triliun.

BACA JUGA: Selisih Penerimaan dan Target Pajak Mencapai Rp 130 Triliun

Menurut pakar perpajakan Yustinus Prastowo, target penerimaan perpajakan tahun depan cukup realistis dan moderat.

’’Tetap menunjukkan optimisme yang tinggi, tapi ada beberapa tantangan,” kata Prastowo, Minggu (24/12).

BACA JUGA: Target Pajak Makin Tinggi, Ini Saran Ketua Umum HIPMI

Direktur eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) itu menguraikan, salah satu yang menjadi tantangan pemerintah tahun depan adalah penerimaan dari pajak penghasilan (PPh) nonmigas.

Target penerimaan PPh nonmigas meningkat 29,39 persen atau sebesar Rp 816,99 triliun jika dibandingkan dengan proyeksi realisasi penerimaan tahun ini.

BACA JUGA: Realisasi Penerimaan Pajak Pasti Meleset

’’Kami proyeksikan penerimaan PPh nonmigas pada 2017 mencapai Rp 631,4 triliun atau 85,07 persen dari target. Hal ini dipengaruhi oleh belum optimalnya tindak lanjut data amnesti pajak,” katanya.

Sebaliknya, lanjut Prastowo, target penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) lebih realistis daripada target penerimaan PPh nonmigas, yakni sebesar Rp 541,8 triliun.

Kenaikannya tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan proyeksi realisasi tahun ini sehingga cenderung bisa tercapai.

Penerimaan bea cukai dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga dinilai cukup moderat.

Sebagai informasi, tahun depan pemerintah menargetkan penerimaan bea dan cukai sebesar Rp 194,1 triliun dan PNBP Rp 275,4 triliun.

’’Dari target cukai ini, terlihat bahwa pemerintah sudah mempertimbangkan kondisi IHT (industri hasil tembakau) yang kontribusinya tertekan sejak 2014 atas penurunan produksi rokok. Sedangkan penerimaan PNBP terlihat menunjukkan peningkatan tahun ini,” imbuh Prastowo. (ken/c7/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengawasan Sulit, Bea Masuk Intangible Goods Harus Dikaji


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler