Produksi Susu Segar Cuma Bisa Penuhi 20 % Kebutuhan Nasional

Minggu, 03 Juni 2018 – 02:41 WIB
Sapi perah. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Dewan Persusuan Nasional meminta pemerintah mengimpor sapi perah.

Hal itu dinilai bisa mempercepat populasi dan mendongkrak produksi susu sapi lokal.

BACA JUGA: Kenaikan Produksi Susu Sulit Tembus 15 Persen

Saat ini tingkat ketergantungan terhadap impor susu cukup tinggi.

Ketua Dewan Persusuan Nasional Teguh Boediyana mengatakan, bila impor sapi perah bisa direalisasikan, pengelolaannya harus diserahkan kepada peternak rakyat.

BACA JUGA: 3 Kementerian Diminta Bersinergi Lahirkan SKB Susu Segar

’’Tentu dengan dukungan kredit usaha rakyat dan mengoptimalkan peran koperasi susu sebagai wadah utama para peternak sapi perah rakyat,’’ kata Teguh, Jumat (1/6).

Untuk itu, diperlukan dukungan regulasi pengembangan dan pembinaan usaha peternakan sapi perah/persusuan.

BACA JUGA: Harga Ideal Dorong Realisasi Target Swasembada Susu Nasional

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah mencabut regulasi yang sama, Inpres No 2/1985, pada awal 1998.

’’Perpres diperlukan karena pengembangan persusuan dan sapi perah melibatkan peran dan fungsi beberapa kementerian/lembaga terkait,’’ tambah Teguh.

Secara detail, menteri perekonomian harus segera menyusun perencanaan pengembangan peternakan sapi perah secara terpadu.

Hal itu didasarkan kepada data dan angka yang akurat.

’’Dengan tujuan mengurangi ketergantungan impor,” kata Teguh.

Pada 1995, produksi susu segar mampu menyuplai 50 persen dari kebutuhan nasional.

”Sekarang kemampuannya hanya 20 persen,’’ imbuh Teguh. (res/c4/fal)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nilai Kemitraan IPS Mampu Topang Target Susu Nasional 2020


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler