Puan Maharani Beri Iftitah di UIN Raden Fatah

Selasa, 13 September 2016 – 14:29 WIB
Menko PMK, Puan Maharani memberikan kuliah pembuka di UIN Raden Fatah, Palembang. Foto: source for JPNN.com

jpnn.com - PALEMBANG - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengucapkan selamat kepada civitas akademika di Raden Fatah, Palembang, Sumatera Selatan, menyusul transformasi dari IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

"Saya menyambut baik lahirnya UIN, karena UIN memiliki fungsi yang penting dan strategis dalam mengintegrasikan bidang keilmuan umum (sains dan teknologi) dan ilmu-ilmu ke-Islaman. Ke depan diharapkan UIN Raden Fatah dapat membangun keunggulan dan kompetensi yang andal," ujar Puan, dalam kuliah iftitah (pembukaan) UIN Raden Fatah di Palembang, Selasa (13/9).

BACA JUGA: BPOM Loyo, Jokowi Diminta Buatkan Perppu

Dalam kuliah iftitah bertema Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Revolusi Mental, juga dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, anggota DPR RI Nazarudin Kiemas, Sukur Nababan dan Ismayatun, Ketua DPRD Sumatera Selatan Giri Ramanda N. Kiemas, Wali Kota Palembang Harnojoyo, serta seluruh civitas akademika UIN Raden Fatah.

Menko PMK juga mengatakan bahwa kemajuan pembangunan di Sumatera Selatan merupakan wujud gotong royong dari seluruh komponen masyarakat di Sumatera Selatan. 

BACA JUGA: Fahri Hamzah Dukung BPOM Ada Kewenangan Penyidikan

"Dengan berlakunya era Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA, kita dituntut untuk memiliki kualitas sumber daya manusia yang tinggi. Persaingan perdagangan, produksi dan tenaga kerja terampil kini terbuka lebar bagi siapa saja," tandas Puan.  

Di Era MEA terdapat lima elemen arus bebas, yaitu investasi, barang, jasa, modal dan tenaga kerja terampil. Terdapat juga delapan bidang profesi yang menjadi terbuka di antara sesama negara ASEAN, yaitu insinyur, perawat, arsitek, pekerja pariwisata, tenaga medis/dokter, dosen, dokter gigi dan akuntan. 

BACA JUGA: Berkurban, Ikastara Gandeng Delapan Batalyon TNI

Konsekuensi dari berlakunya MEA ini kata Puan, adalah adanya arus bebas tenaga kerja terampil antarnegara ASEAN. "Pemerintah terus berupaya meningkatkan perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan tinggi. Perluasan akses ini salah satunya dengan menyediakan program afirmasi berupa pemberian beasiswa di perguruan tinggi," tutur Puan.

Di tahun 2016 ini, pemerintah menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu sebanyak lebih dari 300 ribu mahasiswa. "Pendidikan tinggi harus menjadi ajang untuk menempa mentalitas, keterampilan dan keahlian, serta menghasilkan generasi penerus bangsa, yang berintegritas, beretos kerja dan berkepribadian yang berlandaskan gotong royong. Kita harus bangga dengan apa yang dimiliki daerah kita dan kemauan untuk membangun daerah adalah praktek Revolusi Mental," ujar Menko PMK.

Menurut Mbak Puan, langkah awal Revolusi Mental di perguruan Tinggi bisa dilakukan dengan mewujudkan kampus yang bebas dari korupsi, narkoba, radikalisme dan plagiarisme. “Mahasiswa-mahasiswi UIN menunjukkan semangat anak muda yang penuh harapan," tandasnya.

Menutup kuliah iftitah, Menko PMK mengatakan, untuk melaksanakan Revolusi Mental, diperlukan keteladan dan kepeloporan. Karena itu, Menko PMK mengharapkan UIN Raden Fatah berperan sebagai agen perubahan, menjadi pendorong perubahan pikiran, sikap, dan perilaku yang berorientasi pada kemajuan. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rohadi Sebar Uang, Kepala Dinkes Indramayu juga Diperiksa KPK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler