Purwakarta Surplus Beras 30 Ribu Ton

Sabtu, 06 September 2014 – 06:51 WIB

jpnn.com - PURWAKARTA - Tingginya daya konsumsi beras di Purwakarta memaksa pemerintah kabupaten harus memutar otak. Selain meningkatkan daya produksi di setiap lini pertanian, penguatan juga perlu dilakukan di sisi penyediaan, stok, dan surplus padi di Purwakarta.

Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) Purwakarta menargetkan surplus beras melebihi 49 ribu ton pada 2014 ini. Per September ini, diyakini Purwakarta berhasil mengumpulkan surplus beras hingga lebih 30 ribu ton.

BACA JUGA: Ganti Nama Bandara Minangkabau, Kemenhub Tergantung Daerah

Kepala Distanhutbun Purwakarta, Balya Susila Ilyas mengatakan, akan melakukan pertemuan intens dengan para petani. Mayoritas banyak sempel tanah sawah penghasil padi unggulan di Purwakarta. Seperti sawah-sawah yang berada di daerah atas seperti Kecamatan Pasawahan dan Wanayasa. Kedua kecamatan tersebut, masing-masing sawah bisa ditanami padi tiga kali tanam panen selama setahun.

"Dengan demikian, target Purwakarta mengumpulkan surplus padi sebanyak 49 ribu ton bisa tercapai bahkan lebih. Hal ini turut didukung dengan tanah sawah di daerah rendah seperti di Campaka yang minimal bisa ditanami padi dua kali dalam setahun," terangnya.

BACA JUGA: Ribuan Bendera GAM Disita di Pekalongan

Sedikitnya 49 ribu pengumpulan surplus padi ini merupakan targetan nasional. Dari target pengumpulan padi 10 juta surplus padi nasional, Purwakarta kebagian jatah mengumpulkan surplus padi sebanyak 49 ribu ton.

"Hal ini telah kami sosialisasikan dalam kegiatan temu lapangan bersama para petani. Dalam sosialisasi tersebut, kami juga mengimbau para petani untuk meningkatkan sisi manajemen pertanian dengan manajemen ekonomi pertanian," sebutnya.

BACA JUGA: Janda Spesialis Pembobol Kotak Amal Masjid Dibekuk

Jika pertanian dimenej secara agri bisnis, bisa memajukan taraf hidup petani di Purwakarta. Dalam hal ini, petani harus peka terhadap kurs kenaikan harga dolar, harga pupuk sebelum disubsidi, manajemen tanam panen serta pemahaman manajemen ekonomi pertanian.

"Tidak tertutup kemungkinan, Purwakarta bisa memproduksi Beras Purwakarta. Sama halnya dengan Cianjur yang kesohor dengan Beras Cianjurnya. Hal ini didukung dengan iklim, cuaca dan struktur tanah di Purwakarta yang mendukung akan padi unggulan," jelasnya.

Program pertanian akan dilaksanakan berkesinambungan hingga menyeluruh. Seperti di antaranya sosialisasi tanam padi serempak bagi 17 Kecamatan di Purwakarta. Ditambah, dalam peringatan hari tani ini, Distanhutbun tengah melaksanakan kegiatan gerakan perbaikan petani pemakai air (GP3A).

"Selain itu kami akan mengajak para petani padi melaksanakan gerakan pengendalian hama tikus di beberapa tempat," pungkasnya.(dik/add)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Formasi Guru dan Tenaga Kesehatan Paling Diminati


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler