Putra Mahkota Korut Muncul Lagi

Tinjau Inspeksi Latihan Militer

Rabu, 06 Oktober 2010 – 06:26 WIB

SEOUL - Suksesi kepemimpinan Korea Utara (Korut) diprediksi telah begitu dekatSejumlah indikasi terus bermunculan

BACA JUGA: SBY Batal ke Belanda, RMS Kecewa

Kemarin (5/10) putra bungsu Kom Jong-il, Kim Jong-un, terlihat hadir untuk menginspeksi latihan militer bersama sang ayah.

Penampilan tersebut merupakan inspeksi yang pertama sejak promosinya menjadi jenderal bintang empat
Latihan menggunakan peluru tajam itu juga dihadiri pejabat tinggi militer dan partai

BACA JUGA: Tuntut Tapol RMS Dibebaskan

Menurut kantor berita Korut, KCNA, latihan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati hari jadi Partai Pekerja pada Minggu (10/10)


"Pasukan menunjukkan kekuatan penuh dari Tentara Rakyat Korea yang berkembang menjadi pasukan tak terkalahkan melalui latihan dan pengawasan Jenderal Kim Jong-il," tulis KCNA.

Seperti biasa, KCNA tak pernah merilis tempat "bahkan tanggal pasti" latihan tersebut

BACA JUGA: Prancis Bekuk Penyebar Teror Palsu

Yang jelas, laporan KCNA menyebut Kim Jong-un sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat Partai PekerjaItu adalah salah satu jabatan yang diberikan Kim Jong-il pekan lalu.

Kemunculan Kim Jong-un tersebut menunjukkan dukungan publik yang kian kuatSebelumnya, nama plus foto putra mahkota Korut itu tak pernah muncul ke media hingga pekan lalu saat dia menjadi jenderal bintang empat dengan jabatan strategis.

Para analis memandang laporan KCNA tersebut sebagai ajang untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa posisi Kim Jong-un kian jelas"Bahwa Jong-un sudah berada dalam posisi pasti untuk memegang tampuk kepemimpinan nasional," kata Profesor Kim Yong-hyun dari Dongguk University kepada Agence France-Presse.

"Dengan melakukan kunjungan lapangan menemani sang ayah, Jong-un telah secara tebuka dilatih sebagai pengganti Jong-ilLatihan tersebut juga berimplikasi bahwa sang putra mahkota akan mewarisi posisi panglima tertinggi angkatan perang dari sang ayah," tambahnya

Korea Utara memiliki 1,2 juta personel militer yang kesejahteraan mereka lebih diutamakan daripada warga sipilKebijakan tersebut dikenal dengan nama Songun atau army first policy (kebijakan mengutamakan tentara).

Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Tae-young pun memprediksi bahwa Jong-un sudah memulai aktivitas publik sebagai pengganti ayahnya yang sakit-sakitanKorut, tampaknya, akan memanfaatkan momentum hari jadi Partai Pekerja, 10 Oktober, untuk meletakkan landasan suksesi kepemimpinan serta merencanakan latihan perang akbar.

Hubungan Korut dan Korsel yang dingin kian membeku sejak tragedi kapal perang Cheonan milik Korsel pada MaretKorsel menuduh saudaranya satu semenanjung tersebut menorpedo kapal perangnyaTapi, Korut berkali-kali membantah.

Korsel pun berkali-kali memperingatkan Korut tak melakukan provokasi perang saat suksesi kepemimpinan yang waktunya berimpitan dengan pertemuan G-20 di Seoul pada NovemberKementerian Pertahanan kepada parlemen menyatakan, pihaknya akan melancarkan propaganda perang berskala besar untuk merespons provokasi perang oleh Korea Utara tersebut(cak/c7/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Salah Serang, NATO Minta Maaf


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler