Quick Count Pemilu 2019: Peringkat Partai Politik

Kamis, 18 April 2019 – 15:01 WIB
Bendera partai politik peserta pemilu 2019. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Hasil hitung cepat alias quick count menempatkan PDI Perjuangan di posisi teratas peringkat partai politik peserta Pemilu 2019. Perolehan suaranya jauh melebihi partai-partai lain. Kontras dengan semua parpol baru yang diprediksi tidak mampu melewati ambang batas parlemen, yakni 4 persen perolehan suara nasional.

Berdasar hitung cepat yang dirilis LSI Denny JA, PDI Perjuangan memperoleh suara 20,05 persen. Para elite dan kader partai berlambang kepala banteng itu pun menyambutnya dengan rasa syukur.

BACA JUGA: LSI Denny JA: PDIP Kuasai 17 Provinsi, Termasuk Jakarta

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya punya pengalaman kalah pada Pemilu 2004. Sejak saat itu, PDIP terus melakukan perbaikan. Melakukan otokritik dan kritik. ’’Kami juga tidak menoleransi mereka yang melakukan korupsi,’’ ungkapnya di rumah Megawati, Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (17/4).

PDIP, lanjut Hasto, langsung memecat mereka yang tertangkap tangan dalam kasus korupsi. Mereka juga tidak diizinkan mencalonkan diri sebagai kepala daerah, wakil kepala daerah, dan calon anggota legislatif. ’’Partai kami sangat tegas terhadap kasus korupsi,’’ katanya.

BACA JUGA: Usai Pemilu Bu Risma Minta Warga Surabaya Lapang Dada

BACA JUGA: LSI Denny JA: PDIP Kuasai 17 Provinsi, Termasuk Jakarta

PDIP juga terus memperkuat sekolah partai sehingga kualitas para kader partai semakin meningkat. Psikotes juga digunakan untuk menguji para kader yang mencalonkan diri sebagai pengurus partai dan caleg. Tes psikologi itu dilakukan secara online bekerja sama dengan himpunan ahli psikologi Indonesia. ’’Kami sudah menjadi partai digital,’’ ungkap dia.

BACA JUGA: PDIP Juara Pemilu 2019, Enam Partai Terlempar

Hasto menambahkan, tes psikologi online mempunyai dampak penting dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan PDIP agar mereka selalu menjadikan rakyat sebagai inspirasi. Manajemen partai juga disempurnakan. ’’PDIP menjadi satu-satunya partai yang mendapatkan ISO 2001,’’ imbuhnya.

Sementara itu, PPP yang dianggap sulit menembus ambang batas parlemen 4 persen ternyata berpeluang besar lolos. Menurut hitung cepat LSI Denny JA, PPP meraih suara 4,35 persen. Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa menyatakan, pihaknya masih yakin bisa memperoleh suara lebih dari hitung cepat.

’’Yang pasti kami dalam posisi aman,’’ ucapnya setelah nonton bareng hasil hitung cepat di Jakarta Theater kemarin.

Suharso yakin partai Kakbah bisa meraih 6,3 persen. Tentu pihaknya akan menunggu hasil resmi dari KPU. Sejak awal PPP memang ingin mempertahankan perolehan suara di Senayan. Pada Pileg 2014, PPP berhasil memperoleh suara 6,53 persen.

Dia mengakui bahwa kasus korupsi yang menjerat mantan Ketum PPP M. Romahurmuziy berdampak terhadap elektabilitas partai. Namun, kata dia, kasus itu tidak sampai meruntuhkan partai. ’’Kami bekerja keras meraih suara rakyat,’’ tuturnya.

Jika PPP masih lolos ambang batas 4 persen, Partai Perindo belum berhasil lolos ambang batas parlemen dalam hitung cepat. Partai itu hanya memperoleh suara 2,99 persen. Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq mengatakan, hasil hitung cepat belum final. Biasanya selalu ada selisih. Angka akhirnya nanti lebih tinggi daripada quick count.

Politikus asal Lamongan itu masih yakin partainya bisa lolos ke Senayan. ’’Kalau 4 persen, kami yakin masih bisa,’’ ungkap dia. Pihaknya juga masih meninggu hasil resmi dari KPU.

Di sisi lain, Partai Golongan Karya tampak semringah dengan hasil hitung cepat pileg. Sekretaris Dewan Pakar Partai Golkar Firman Subagyo menilai, capaian Partai Golkar yang bersaing ketat dengan Partai Gerindra dalam perebutan ranking kedua menunjukkan kinerja positif konsolidasi Partai Golkar.

’’Meski kami dilanda gonjang-ganjing, kami menunjukkan bahwa caleg dan kader mampu bekerja efektif di tingkat lapangan,’’ kata Firman.

BACA JUGA: Perolehan Suara Prabowo – Sandi 100% di 3 TPS, Jokowi – Maruf Lebih Wouw

Menurut Firman, Partai Golkar relatif tidak mendapat coattail effect dari pencalonan di pilpres. Namun, kerja para caleg dan kader di setiap dapil menunjukkan reputasi besar beringin. ’’Kami membuktikan sebagai kader lapangan, kami bekerja efektif,’’ tegasnya. (lum/bay/c19/fat)

Hitung Cepat Hasil Pemilu Legislatif

PDIP : 19,91 persen

Gerindra : 12,66 persen

Golkar : 11,05 persen

PKB : 9,62 persen

PKS : 9,02 persen

Nasdem : 7,85 persen

Demokrat : 7,83 persen

PAN : 6,95 persen

PPP : 4,72 persen

Perindo : 2,75 persen

PSI : 2,14 persen

Berkarya : 1,98 persen

Hanura : 1,68 persen

PBB : 1,03 persen

Garuda : 0,52 persen

PKPI : 0,27 persen

Sumber: Charta Politika

Sampel: 2.000 TPS

Suara masuk 85,05 persen

Perolehan Suara Pemilu Legislatif 2014

PDIP 18,95 persen

Golkar 14,75 persen

Gerindra 11,81 persen

Demokrat 10,19 persen

PKB 9,04 persen

PAN 7,59 persen

PKS 6,79 persen

Nasdem 6,72 persen

PPP 6,53 persen

Hanura 5,26 persen

PBB 1,46 persen

PKPI 0,91 persen

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gerindra Akui Suara Jokowi Lebih Unggul dari Prabowo


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler