Raja Arab Bakal Berlibur di Bali, Ini Kata Arief Yahya

Jumat, 24 Februari 2017 – 12:56 WIB
Penari Bali. Foto: dokumen Radar Bali

jpnn.com - jpnn.com - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Alsaud pada awal Maret nanti akan berkunjung ke Indonesia. Tak tanggung-tanggung, raja ketujuh dalam dinasti Alsaud itu membawa rombongan berjumlah ribuan orang.

Agenda kunjungan Raja Salman pun tak hanya untuk urusan kenegaraan. Sebab, raja berjuluk Penjaga Dua Kota Suci itu juga akan berlibur di Bali.

BACA JUGA: Festival Komodo Bakal Dongkrak Wisata Budaya NTT

Pada 1-3 Maret, Raja Salman dan rombongan berada ri Jakarta dan Bogor untuk kunjungan kenegaraan. Selanjutnya pada 4-9 Maret, raja kelahiran 31 Desember 1935 itu akan berada di Bali untuk berlibur.

Kabar tentang liburan Raja Salman ke Bali membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut senang. Menurutnya, liburan Raja Salman Arab Saudi ke Bali itu sangat bagus bagi pariwisata Indonesia.

BACA JUGA: Siap-Siap, April Nanti Ada Tambora Menyapa Dunia

Arief menyebut liburan Raja Salman di Bali semakin memperkuat citra pariwisata di Pulau Dewata ataupun Indonesia. “Raja Arab Saudi bisa menjadi endorser yang istimewa, seorang raja, pemimpin dan panutan negara, orang nomor satu yang semua perilakunya akan diikuti oleh rakyatnya,” ujar Arief, Jumat (24/2).

Menteri asal Banyuwangi, Jawa Timur itu menambahkan, liburan Raja Salman di Bali pasti akan menjadi perhatian dunia, terutama negara-negara Arab. Apalagi Indonesia memang membidik negara-negara Arab sebagai pasar pariwisata.

BACA JUGA: Yuk, Ikut Cetak Rekor Baru Festival Pesona Teluk Tomini

“Sebagai tokoh dunia, kehadiran Raja Salman itu sudah pasti akan diliput oleh media internasional, termasuk media di Arab. Ini akan memiliki media value yang tinggi dengan indirect impact yang sangat besar bagi pariwisata Indonesia,” tuturnya.

Mantan direktur utama Telkom Indonesia itu menjelaskan, Indonesia punya konsep wisata halal. Pasar terbesar wisata halala dalah Arab dan Timur Tengah.

Dalam setahun, kata Arief, jumlah outbound travellers dari Timur Tengah lebih dari 100 juta wisman. Karenanya liburan Raja Salman bersama rombongan yang mencapai 1.500 orang termasuk para pangeran Kerajaan Arab Saudi juga bisa menjadi ajang promoso bagi pariwisata Bali dan daerah lain.

“Mereka berpotensi untuk datang kembali ke Bali and Beyond. Destinasi wisata halal seperti Lombok, Aceh dan Sumbar bisa berpromosi di Bali,” tuturnya.

Lebih lanjut Arief memerinci, wisman asal Arab selama ini dikenal paling royal dalam membelanjakan uang saat berwisata. Mereka memang suka berbelanja dan menginap di hotel berbintang.

Dalam data Kemenpar, rata-rata setiap wisman asal Arab membelanjakan uangnya hingga USD 1.800. “Rata-rata dunia, UNWTO (Organisasi PBB untuk Dunia Pariwisata, red) itu hanya USD 1.200,” katanya.

Selain itu, wisman asal Arab Saudi juga dikenal punya periode tinggal (lenght of stay) saat berwisata paling lama. “Biasanya di musim haji, musim panas, mereka berlibur dengan keluarga berombongan besar seperti Raja Salman ini,” tuturnya.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... MTF 2017 Bakal Pertemukan Pelaku Industri Pariwisata


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler