Ratusan Bocah Histeris, Polwan Sigap Atasi Keadaan

Senin, 12 Desember 2016 – 00:31 WIB
Sejumlah Polwan dari Polda Aceh mencoba menenangkan anak-anak yang menjerit histeris di tengah berlangsungnya trauma healing, Minggu (11/12). Foto: IDRIS BENDUNG/Rakyat Aceh/JPNN.com

jpnn.com - PIDIE JAYA - Gempa susulan cukup keras mengguncang Pidie Jaya, Minggu (11/12) sekitar pukul 09.50 WIB.  

Gempa 5,3 SR itu membuat seratusan anak pengungsi menjerit histeris di tengah mengikuti Trauma Healing yang  dilaksanakan Polwan dari satuan Gegana Polda Aceh.

BACA JUGA: Bantu Keluarga Tidak Harmonis, Pemprov Jabar Sebar 700 Kader Motekar

Gempa dengan kedalaman 10 km itu juga membuat anak-anak dan orang tua di lokasi Posko, Trieng Gadeng, ikut panik.

Syukurnya, Polwan Gegana dengan cepat menenangkan keadaan, dengan cara merangkul dan mengusap kepala bocah-bocah pengungsi itu.

BACA JUGA: Ketahuan Dugem Bersama LC, Pak Jaksa Dihukum Jadi Muazin

Pantauan Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), selang lima menit kemudian, suasana kembali normal dan melanjutkan Trauma Healing dengan agenda membaca istigfar bersama .

“Tujuan kita menghibur anak anak agar kembali ceria dan tidak trauma,” ujar Mutia, saah seorang anggota Polwan Gegana Aceh.

BACA JUGA: KRI Dewaruci jadi Obyek Wisata Masyarakat Lembata

Pasca gempa 6,4 SR yang terjadi Rabu lalu, kalangan petani Meuredu, sudah mulai menanam padi, Minggu.

Buruh penanam diberi upah, yakni setiap 20 x 20 meter mendapat Rp 60 ribu per orang

Salah seorang buruh petani, Salbiah, mengatakan, dia ikut bekerja menanam padi supaya mendapatkan nafkah, karena kondisi keuangan keluarga sudah sangat menipis. “Kita mengambil upah,” ujar Salbiah. (ung/sam/jpnn)

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Incar Ganti Rugi Rp 2,8 M dari Proyek Tol, Bos Warteg Beperkara di MA


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler