Ratusan Mahasiswa UPI YAI Tertipu

Jumat, 30 Oktober 2015 – 06:45 WIB

jpnn.com - JAKARTA- Dugaan pembayaran biaya kuliah asli tapi palsu (aspal) yang mengakibatkan tertipunya ratusan mahasiswa Universitas Persada Indonesia/Yayasan Administrasi Indonesia (UPI/YAI) langsung diklarifikasi pihak rektorat. 

Bukan hanya ramai di internal, akibat pemalsuan slip pembayaran kuliah yang menimpa mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Fakultas Komunikasi itu, membuat imbas efek domino yang menyebabkan aksi demonstrasi oleh ratusan mahasiswa dengan menutup akses Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (27/10) lalu. 

BACA JUGA: Kemdikbud Panggil 75 Kepala Daerah, Ada Apa Nih?

Rektor kampus yang terletak di Jalan Diponegoro, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat tersebut, Yudi Yulius, mengatakan kasus itu terjadi lantaran adanya penipuan dan pemalsuan. 

Dia bercerita, kasus berawal pada tiga minggu sebelumnya. Saat itu awal September 2015, pihak Rektorat UPI YAI mendapatkan slip pembayaran aspal kuliah Bank Mandiri oleh staf keuangan kampus tersebut. Pada slip pembayaran kuliah oleh empat mahasiswa itu terdapat cap stempel Bank Mandiri tahun 2017. 

BACA JUGA: Para Guru di Wilayah Kabut Asap, Bacalah Kabar Gembira Ini

”Padahal pembayaran uang kuliah dari empat mahasiswa itu belum kami terima,” terangnya juga. Lalu seorang mahasiswa baru berinisial MY yang sudah membayar uang kuliah dengan slip aspal  itu menanyakan proses perkuliahan dan registrasi. Padahal, pihak UPI/YAI belum menerima pembayaran kuliah mahasiswa yang bersangkutan. 

MY lantas melaporkan kasus itu ke polisi. Polsek Metro Senen yang menerima laporan lantas menangkap empat oknum mahasiswa yang diduga menjadi pelaku pemalsuan pembayaran uang kuliah tersebut. Diduga, para mahasiswa membayar uang kuliah kepada para pelaku atau pihak lantaran tergiur cashback 20 persen. 

BACA JUGA: Waduh, Federasi Guru Bakal PTUN-kan Ridwan Kamil

”Padahal kami tidak pernah memberikan cashback 20 persen pembayaran uang kuliah. Mahasiswa harus 

membayar sendiri uang kuliahnya ke Bank Mandiri atau Bank BTN. Bila dikroscek, slip pembayaran kuliah itu seperti asli. Tapi pembayaran uangnya tidak masuk ke kami,” katanya lagi saat konprensi pers di kawasan Jakarta Selatan. 

Setelah diselidiki ternyata ada 751 mahasiswa kampus itu yang menjadi korban penipuan pembayaran uang kuliah aspal tersebut. ”Jumlahnya bukan 1.057 mahasiswa seperti yang diberitakan. Bank Mandiri juga memastikan slip pembayaran itu palsu. Kami pastikan kejadian itu tidak melibatkan UPI/YAI,” katanya juga. 

Atas kasus itu, pihak Rektorat UPI/YAI menggelar pertemuan dengan senat dan BEM UPI/YAI. Akhirnya diputuskan, mahasiswa yang tertipu slip pembayaran kuliah aspal bisa membayar semampunya sampai 30 Oktober atau sebelum Ujian Akhir Semester (UAS). ”Orangtua mahasiswa, Dikti serta Kopertis juga sudah kita laporkan,” paparnya juga. 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menpora: Pemuda Harus Peduli Lingkungan dan Teladani Tindakan Presiden


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler