JAKARTA—Bentrokan terjadi lagi antara petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan kelompok Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), kemarinKejadian yang berlangsung cepat itu terjadi pukul 14.00 – 16.30 WIB.
jpnn.com - Menurut Ketua GMKI cab Jakarta Charles Hutahaean, bentrokan kedua ini dipicu ketika 200an Satpol PP yang menduduki tanah sengketa di mana ada gedung sekretariat GMKI
BACA JUGA: Jual Ladang Migas, Tutupi Biaya Eksplorasi
Selain menduduki tanah sengketa, para aparat ini membangun kembali tembok yang dirobohkan mahasiwa Selasa (26/8).Mereka juga merobohkan gedung sekretariat GMKI dengan buldozer
BACA JUGA: Saleh Djasit Pikir-pikir
Mereka hanya berpegang pada putusan MA tahun 2000," tutur Charles.Merasa imbauannya tidak diindahkan Satpol PP, mahasiswa pun marah dan terjadilah aksi baku lempar
BACA JUGA: Pipanisasi Migas Sarat Mark Up
"Satpol PP sekarang sudah berani masuk ke gedung PGI dan melakukan pengrusakanKalau sebelumnya kan cuma di pelataran parkir," tukasnya.Pantauan koran ini, gedung PGI dan sekretariat GMKI rusak parahDi beberapa bagian gedung PGI, pintunya dicabut, kaca jendela hancur semuanya, bagian dalam juga rusakSedangkan gedung GMKI separohnya sudah dirobohkan, hanya tinggal beberapa bagian saja yang belum dibuldozer.
Charles menegaskan pihaknya akan tetap mempertahankan gedung GMKI karena merasa lahan dengan luas sekitar 1700 m2 itu adalah hak mereka"Gedung ini sudah ada di sini sejak tahun 1950 yang waktu itu masih Himpunan Sekolah KristenPokoknya kami akan meminta pertanggungjawaban pemerintah atas kejadian iniDasar pembongkaran ini ilegal dan tidak ada dasar hukumnya," cetusnya.
Sementara itu meski bentrokan tidak terjadi lagi, namun tampak mahasiswa berjaga-jaga di sekitar gedung PGI dan GMKI"Kita memang sengaja untuk tetap bertahan di sini, khawatirnya terjadi apa-apa lagi." (esy)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Agung : BK Periksa Anggota DPR Bermasalah
Redaktur : Tim Redaksi