JAKARTA - Pemerintah kembali meningkatkan skala prioritas untuk merehabilitasi para penderita kecanduan narkoba di tanah airMenteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri mengatakan, pihaknya membutuhkan anggaran Rp 100 miliar-Rp150 miliar untuk merehabilitasi lebih dari tiga juta penderita kecanduan narkoba di Indonesia.
"Jumlah dana yang sekarang hanya sekitar Rp 30 miliar tak mencukupi
BACA JUGA: Pastikan Setiap PNS Punya Kerjaan
Padahal, berdasar data Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2008 saja korban penyalahgunaan narkoba mencapai 3,6 juta atau 1,5 persen dari penduduk," katanya saat meninjau lomba makanan sehat di kompleks Kemensos Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, kemarin (7/7).Salim menjelaskan, dana yang di Kemensos sangat kurang
BACA JUGA: Pengacara Merasa Susno Duadji Didiskriminasi
Salim memaparkan, dari 3,6 juta korban penyalahgunaan narkoba, 50 persen merupakan generasi muda berusia 20-29 tahunBACA JUGA: Mendagri: Artis Juga Bawa Senjata Gas
"Data dari Universitas Indonesia dan BNN menyebutkan, jumlah penderita HIV/AIDS pengguna Napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain) yang menggunakan jarum suntik sebesar 49,6 persenJadi, ini sudah sangat serius," paparnya.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Yoyoh Yusroh berjanji memperjuangkan penambahan anggaran bagi upaya rehabilitasi penderita narkobaDia menyatakan pentingnya upaya pencegahan oleh masyarakat sehingga mengurangi jatuhnya korban lebih banyak
"Jika tidak dilakukan, akan makin rusak generasi muda sebagai pewaris bangsa yang seharusnya menerima tongkat estafet kepemimpinan," katanyaYoyoh menambahkan berbagai dampak negatif dari penggunaan narkoba, seperti hilangnya rasa nasionalisme, patriotisme, dan rasa cinta terhadap bangsa serta negara(zul/dwi)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Remunerasi TNI/Polri Dibayarkan Akhir Tahun Ini
Redaktur : Tim Redaksi