Rem Blong, Bus Masuk Jurang

Minggu, 03 Agustus 2014 – 10:36 WIB

jpnn.com - CIATER - Kecelakaan maut kembali terjadi di tanjakan emen ruas jalan Ciater-Subang. Bus parawisata Duta Pribumi bernopol BE 2610 FD yang membawa 61 orang rombongan wisata dari Kota Bandung menuju Sariater hilang kendali hingga melindas motor, Sabtu (2/8) sekitar pukul 10.30 WIB.

Pengendara motor jenis bebek bernopol D 6370 UBO bernama Agus Nurmuludin (51) tewas seketika. Korban merupakan warga Desa Kicin Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

BACA JUGA: Festival Danau Toba Digelar 17-21 September

Kasatlantas Polres Subang AKP Bariu Bawana mengatakan, bus pariwisata tersebut melaju dari arah Bandung diduga mengalami rem blong sehingga pengemudi supir tidak dapat mengendalikan laju kendaraan.

Bus kemudian oleng ke kanan tepat di turunan tanjakan Emen, karena panic sopir pun membanting stir ke kanan, di jalur berlawanan melaju motor menuju Bandung. Dalam hitungan detik motor terhantam dan tergusur hingga beberapa meter. Pengemudi tewas seketika dengan luka para pada bagian kepala. Sementara motornya ringsek tak berbentuk.

BACA JUGA: Belum Bersuami, Napi Cantik Lahirkan Bayi Laki-laki

“Untuk sementara korban yang meninggal merupakan pengemudi dari sepeda motor yang naas itu saja. Langsung dibawa ke RSUD Ciereng.   Sedangkan rombongan wisatawan di dalam bus terdapat dua luka berat. Sisanya mengalami luka ringan dan dibawa ke Puskemas Jalancagak,” katanya kepada Pasundan Eskpres (Grup JPNN).

Sementara itu Kanit Laka Polres Subang, Iptu H Omon Abdurrahman mengatakan, pihaknya dibantu Dishub, Jasa Raharja, Senkom dan masyarakat di sekitar mencoba mengevakuasi seluruh korban kecelakaan tersebut dengan beberapa alat bantu baik mobil derek dan bechoe.

BACA JUGA: Ajibarang-Prupuk Tembus 12 Jam

Terutama pada saat melakukan evakuasi dua korban yang terjepit yaitu kernet bus M Yusuf (21) dan penumpang Ade Irvan (15). Evakuasi menghabiskan kurang lebih lima jam lamanya. “Untuk Supir bus saat kejadian pun telah kabur, sehingga tidak berada di TKP saat evakuasi tersebut,” katanya.

Namun akibat proses evakuasi kecelakaan tersebut, lanjut dia  untuk arus balik jalan raya tidak terganggu. Karena posisi mobil bus berada di pingir jalan. Terlebih, upaya seluruh proses pengamanan dan pengaturan jalan telah dilakukan dengan baik oleh seluruh pihak.

“Arus kendaraan berjalan normal, tidak menimbulkan kemacetan panjang. Sehingga proses evakuasi pun dapat berjalan dengan lancar,” paparnya.

Menurut pengakuan saksi mata pedagang di sekitar TKP Jajang (42), pada saat kejadian bus yang melaju kencang dari arah Bandung tersebut sempat beberapa kali oleng ke kanan dan ke kiri hingga pada akhirnya menabrak motor dan masuk ke jurang. Ia menduga sopir bus tidak mengetahui medan jalan.

“Teriakan histeris dan hantaman keras pada saat kecelakaan ini mengingatkan pada kecelakaan yang belum lama ini terjadi pada tempat yang tidak jauh dari TKP ini,” terangnya.

Pada 17 Juni lalu kecelakaan bus maut juga terjadi di tanjakan Emen. Menewaskan 9 penumpang rombongan siswa studi tour SMA Al-Huda, Cengkareng, Jakarta.(gal/man)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menumpuk, Pantura Sempat Lumpuh


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler