Rencana PLTN Kembali Ditolak

Selasa, 06 Oktober 2009 – 18:32 WIB
JAKARTA - Langkah pemerintah guna mengatasi krisis listrik nasional melalui penggunaan energi nuklir tampaknya bakal menemui hambatanPasalnya, beberapa elemen masyarakat masih menyatakan keberatannya atas rencana penggunaan teknologi tersebut

BACA JUGA: Tahun Ini, 11.536 Sekdes jadi PNS

Hal itu antara lain disampaikan oleh sejumlah elemen masyarakat, saat audiensi dengan Dewan Energi Nasional (DEN) di Gedung Diklat ESDM, Jakarta, Selasa (6/10).

"Kami memberikan masukan kepada DEN tentang solusi krisis energi listrik nasional saat ini, karena bagaimanapun masyarakat keberatan bila pemerintah menggunakan teknologi nuklir," kata Lilo Sunaryo, Ketua Presidium LSM Masyarakat Rekso Bumi (Marem).

Menurutnya, bagi masyarakat teknologi ini memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya
Karenanya, meksipun Batan telah melakukan sosialisasi dan diseminasi kepada masyarakat di Semenanjung Muria, Jawa Tengah, hingga kini penolakan masyarakat atas rencana pendirian PLTN Muria tetap dilakukan

BACA JUGA: Plt Pimpinan KPK Siap Tancap Gas

"Masyarakat khawatir akan dampak luas proyek ini bila terjadi bencana
Apalagi Indonesia adalah daerah yang rawan gempa

BACA JUGA: Distribusi Bantuan Gempa Paling Dikeluhkan

Apa jadinya bila hal itu terjadi?" ujarnya.

Dalam audiensi ini, elemen masyarakat yang menolak keberadaan PLTN Muria sekaligus memaparkan alasan penolakan mereka terhadap rencana pembangunan pabrik setrum nuklir tersebutSementara di sisi lain, mereka juga menyampaikan beberapa pandangan tentang penggunaan energi alternatif lain selain nuklir yang ramah lingkungan.

Dewan Pakar Marem yang juga ahli fisika nuklir eksperimen, Dr Iwan Kurniawan, memaparkan bahwa nuklir memang memiliki beberapa manfaat, seperti dalam hal kesehatan, industri, geologi dan juga pertanianDi bidang kesehatan misalnya, nuklir bisa dimanfaatkan dalam hal rontgen, radiasi isotop dan lain-lainSementara dalam bidang pertanian, misalnya dengan dihasilkannya benih padi Mira, kedelai Muria, Meratus, Mitani dan Rajabasa mutan.

Meski demikian, mantan karyawan Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) ini menolak bila nuklir dimanfaatkan untuk energi listrikDijelaskannya, PLTN fusi adalah pembangkit berbahan bakar uranium yang memiliki resiko radiasi mematikan bila terjadi kecelakaan, baik oleh kegagalan, kelalaian operasi, maupun bencana alam.

"Kebocoran PLTN Chernobyl Ukraina adalah contohnyaDemikian pula dengan PLTN Kashiwazaki Jepang baru-baru ini, yang kemudian ditutup karena bocor setelah diguncang gempa," katanya.

Oleh karenanya, bersama anggota masyarakat lainnya, dirinya kini berusaha meyakinkan DEN bahwa PLTN bukanlah pilihan bijaksana, apalagi dengan masih adanya sumber daya lain yang patut untuk dikembangkanSekadar catatan, turut hadir dalam audiensi tersebut beberapa anggota DEN seperti Ir Eddie Widiono, Prof Dr Rinaldy Dalimi, Dr Muhtasor, Prof Dr Herman Agustiawan, termasuk Sekjen DEN Novian Thaib(esy/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK Jangan Lagi Ambil Jaksa dan Polisi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler