Ribuan Telur Busuk Malaysia Masuk Kalbar

Rabu, 09 September 2009 – 11:50 WIB
SAMBAS- Malaysia sering mencaplok hal-hal baik yang dimiliki IndonesiaSayangnya, giliran punya Malaysia yang masuk ke Indonesia justru yang kurang baik.

Buktinya, telur ayam illegal asal Malaysia yang masuk ke Pelabuhan Sintete, Sambas, Kalimantan Barat

BACA JUGA: Siapkan Rp.2 Miliar Uang Receh

Petugas gabungan berhasil mengamankan 16.500 butir telur ayam ilegal asal Malaysia
Telur tersebut dibawa melalui jalur laut karena ketatnya penjagaan di perbatasan Entikong, aruk dan Jagoi Babang.

“Biasanya, telur-telur ilegal ini berkualitas rendah dan tidak laku di Malaysia hingga belasan hari

BACA JUGA: Akhirnya, Gelar Tanggap Darurat

Begitu sampai di Kalbar cepat busuk,” jelas Kepala Dinas Peternakan Kalbar, drh Abdul Manaf Mustafa ketika menggelar sidak bersama Balai Besar POM Pontianak, Karantina dan Satuan Operasional II Direskrim Polda Kalbar di Pelabuhan Sintete, Selasa (8/9).

Menurutnya, seluruh telur yang sudah menyebarkan aroma busuk itu pasti dimusnahkan
Selain masuk secara ilegal juga dikhawatirkan mengandung kuman berbahaya bagi manusia

BACA JUGA: Pulau Dijual, Keluarga Meradang



Tujuan tim terjun langsung ke Pelabuhan Sintete menurut Manaf untuk merespons laporan masyarakat tentang informasi empat truk berisikan telur Malaysia sudah masuk ke KalbarTelur ayam itu lebih dahulu dibawa menggunakan kapal perintis dari Malaysia ke TanjungSetiba di Pelabuhan Sintete langsung diperiksa petugas

“Hanya satu truk yang membawa telur sebanyak 200 ikat atau 30 ribu butirSedangkan tiga truk lain, mengangkut makanan,” paparnya setelah mengorek keterangan dari koodinator buruh dan perwakilan jasa angkutan

Lebih jauh Manaf mengakui 13.500 butir telur ayam illegal sudah beredar di pasaranBisa di Sambas, Singkawang maupun PontianakModus masuknya telur illegal melalui Pelabuhan Sintete terjadi karena jalur Entikong, Jagoibabang maupun Aruk dijaga ketat

“Berdasarkan manifest pengiriman barang yang kita telusuri, system menggunakan kapal perintis untuk memasukan telur asal Malaysia sudah dua kali terjadiKita harapkan dengan keseriusan kita, para pelaku semakin surut,” ucapnya.

Manaf mengatakan penadah telur Malaysia, Akong cukup diberi teguran dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan yang sama pada masa mendatangTim yang datang dari Pontianak turut memeriksa keberadaan gudang Akong serta beberapa gudang lain di Kecamatan Pemangkat

Meskipun tidak menemukan telur Malaysia di gudang pengusaha namun tim menemukan dua dus makanan ilegal“Makanan itu turut kita musnahkanKita memeriksa gudang-gudang untuk memastikan jangan sampai makanan yang hampir kedaluwarsa turut dijual pengusaha kepada konsumen,” paparnya.

Sementara itu Akong ditemui di gudangnya mengaku tidak mengetahui asal usul telurDia hanya sebatas membeli dan menjual kembali“Begitu telur diamankan petugas di Pelabuhan Sintete maka saya tidak macam-macam lagi,” timpalnya.(man/fuz/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tidak Memiliki Dana Rehabilitasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler