Rombongan Pengusaha Hilang Naik Pesawat

Senin, 21 Juni 2010 – 00:17 WIB
HILANG - Wajah beberapa di antara pengusaha yang hilang, sebagaimana foto yang diedarkan perusahaan terkait (dari kiri), Craig Oliver, John Carr-Gregg, Ken Talbot, Geoff Wedlock, serta Don Lewis. Foto: Sundanceresources.com.au.
SYDNEY - Sebuah pesawat yang ditumpangi satu grup eksekutif perusahaan pertambangan Australia hilang dalam perjalanan dari Kamerun ke Brazzaville, ibu kota KongoSalah seorang penumpangnya adalah pengusaha terkaya di Queensland, Australia, Ken Talbot.

Kontak dengan pesawat hilang saat terbang di sekitar wilayah hutan menuju Kongo

BACA JUGA: Mereka Menari-nari saat Warga Takut

Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith mengatakan, pesawat itu berpenumpang sepuluh orang
Enam di antaranya warga Australia

BACA JUGA: Menteri Dituduh Menghina Raja

"Kami sangat serius mencari informasi tentang keselamatan mereka," ujar Smith, sebagaimana dilansir Agence France-Presse kemarin (20/6).

Rilis resmi dari Iron Ore Miner Sundance Resources, perusahaan pertambangan itu, menyebut bahwa pesawat berangkat dari Yaounde di Kamerun
Para penumpangnya dijadwalkan meninjau proyek tambang besi di Kamerun dan Kongo

BACA JUGA: Kematian Bisa Tembus Dua Ribu

Tapi, pesawat akhirnya hilang.

"Petinggi Sundance Resources di pesawat berjumlah sembilan orangPencarian resmi yang dikoordinasi militer Kamerun dimulai Minggu pagi (waktu setempat, Red)Sebuah pesawat Kongo juga dilibatkan dalam pencarian itu," demikian pernyataan rilis tersebutPara eksekutif tersebut diketahui berada di Afrika untuk berbicara dengan pemerintah Kamerun, Equatorial Guinea, dan Kongo-Brazzaville, mengenai proyek tambang besi Mbalam.

Media melaporkan, taipan pertambangan asal Queensland, pendiri Macarthur Coal, Ken Talbot, berada di dalam pesawatHingga berita ini disusun, belum diperoleh informasi yang signifikan mengenai hilangnya pesawat tersebut"Talbot (59), adalah direktur pertambangan Sundance," kata Brian Thoronton, juru bicara Talbot, kepada CNN.

Pihak perusahaan juga meminta pers menghormati privasi keluarga korbanMereka berharap agar media setempat tidak meliput keluarga korban sebelum ada informasi jelas dari proses pencarian.

Selain Ken Talbot, Direktur Sundance Geoff Wedlock berada di dalam pesawatNasibnya pun belum diketahui"Semua keluarga mendukung upaya pencarian dan mereka berharap bisa segera mendapatkan informasi," ungkap pernyataan perusahaan, sebagaimana ditulis Associated Press(cak/c8/ito/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Permohonan Anwar Ditolak Hakim


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler