Rumah Anwar Usman 'Ditongkrongin' Polisi Militer

Jumat, 21 Juni 2019 – 10:51 WIB
Rumah Anwar Usman di Jalan Kencana I di Perumahan Villa Serpong, Tangsel, Banten. Foto: Ahmad Lathif Rosyidi/Rakyat Merdeka

jpnn.com, JAKARTA - Selama memimpin persidangan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mendapat pengawalan aparat keamanan.

Kediamannya juga 'ditongkrongin' Polisi Militer (PM). Baik rumahnya yang berada di Villa Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), ataupun yang di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

BACA JUGA: Tim Hukum Jokowi Bawa 2 Saksi dan 2 Ahli untuk Sidang Sengketa Pilpres

Kediaman Anwar Usman terletak di Jalan Kencana I di Perumahan Villa Serpong, Tangsel, Banten. Tak ada keriuhan di rumah megah berlantai dua itu. Hanya terlihat satu mobil berjenis SUV dengan tulisan PM atau Polisi Militer di depan dan sampingnya.

Mobil bermerek Nissan Xtrail itu terparkir tepat di depan jalan menuju rumah Anwar Usman. Di belakangnya, terdapat dua mobil mewah yang terparkir tepat di depan rumah Anwar Usman.

BACA JUGA: Sidang Sengketa Pilpres Hari ini : Tim Hukum Kubu Jokowi Hadirkan Saksi - saksi Penting

BACA JUGA: Ketua MK Siap Begadang Hadapi Sidang Sengketa Pilpres 2019

“Bapak enggak ada di rumah. Hanya beberapa petugas keamanan yang berjaga di dalam,” ujar petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA: Ahli dari KPU Berikan Keterangan Tertulis ke MK, Isinya soal BUMN dan Maruf Amin

Berdasarkan pengamatan, rumah Anwar Usman berdiri di tengah pemukiman elit di BSD. Lokasinya persis di belakang rumah toko (ruko) di kawasan Golden Boulevard. Pintu masuk ke dalam perumahan hanya terdapat satu titik.

Penjagaan tidak terlalu ketat. Hanya terlihat satu petugas keamanan yang berjaga-jaga di pos. Posnya tidak terlalu besar. Hanya bisa menampung satu orang.

Petugas keamanan yang mengenakan seragam serba hitam tidak mencegat setiap kendaraan yang masuk. Petugas hanya melihat hilir mudik kendaraan. Sehingga, setiap kendaraan bisa bebas keluar masuk ke komplek perumahan.

BACA JUGA: Ketua MK: Seharusnya Fadli Zon Paham

Rumah Anwar tak jauh dari pintu gerbang masuk komplek, rumah megah dua lantai, terletak di hook. Warnanya abu-abu. Luasnya sekitar 600 meter persegi.

Bagian depan rumah terkunci rapat. Tidak terlihat satu pun kendaraan yang terpakir. Petugas keamanan yang berjagapun tidak terlihat.

Sisi bangunan di bagian belakang, lebih tertutup. Pagar setinggi dua meter menutup seluruh area rumah, dan dilapisi dengan policarbonat warna coklat.

Sehingga, dari luar tidak terlihat jelas isi di dalamnya. Samar-samar, terlihat tiga personel PM berjaga-jaga di dalam rumah. Mereka duduk santai sambil terus mengawasi keadaan sekitar.

BACA JUGA: Kata Ketua MK soal Curhatan Oesman Sapta Odang

Tidak terlihat personel kepolisian yang berjaga. Hanya ada personel TNI. Gerbang masuk ke dalam rumah ada di sisi kanan dan kiri. Keduanya tertutup rapat. Hanya petugas yang berkepentingan, yang  bisa membuka pintu tersebut.

Di belakang gerbang masuk, terdapat garasi. Tidak terlalu besar. Hanya bisa menampung dua kendaraan. Terlihat ada dua kendaraan roda empat yang terparkir. Satu petugas keamanan terlihat membersihkan kedua mobil tersebut dari debu.

"Bapak (Anwar) sehari-hari tinggal di sini. Tapi pulangnya malam terus,” tutup petugas berbadan gempal itu.

BACA JUGA: Karier Anwar Usman, dari Guru Honorer hingga Ketua MK

Juru Bicara MK Fajar Laksono mengatakan, pengamanan pada Ketua MK lebih difokuskan di rumah pribadi. Sebab, Anwar sehari-hari tinggal di rumah pribadinya yang berada di Serpong. “Rumah dinas yang di Widya Chandra pengamanannya stabil seperti hari-hari biasa,” ujar Fajar.

Untuk penjagaan di rumah dinas, kata Fajar, pengamanan cukup mengandalkan petugas keamanan biasa. Itu karena Anwar jarang pulang ke rumah dinas. “Keamanan lebih diperketat di rumah pribadi Anwar di BSD," ucapnya. (rmco/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sidang Sengketa Hasil Pilpres 2019 Dilanjutkan Besok Pagi


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler