Rumah Sakit Diserang, Puluhan Warga Sri Lanka Tewas

Selasa, 12 Mei 2009 – 19:01 WIB
HANCUR - Kediaman warga yang terlihat porak-poranda dengan bangunan-bangunan hancur di kawasan perang di Sri Lanka. Foto: Southasianlife.com.
KOLOMBO - Sebuah bekas sekolah dasar yang sudah dialihfungsikan menjadi rumah sakit di Sri Lanka, dilaporkan telah dihujani serangan artileri Selasa (12/5) siang, yang mengakibatkan puluhan orang tewas serta puluhan lainnya terlukaRumah sakit itu sendiri merupakan fasilitas medis terakhir bagi warga yang berada di kawasan perang di negeri itu

BACA JUGA: Dua Warga Prancis Diduga Otak Al-Qaeda

Tidak diketahui jelas apakah bangunan itu hancur akibat serangan tersebut.

Sebagaimana dilaporkan New York Times, konfirmasi soal serangan artileri dan korban yang ditimbulkannya tersebut, setidaknya muncul dari dua narasumber
Yang pertama adalah dr

BACA JUGA: April, Ekspor Cina Jatuh 22,6 Persen

Thurairaja Varatharajah, seorang dokter pemerintah yang bekerja di kawasan itu, serta dari seorang pejabat politik dalam website yang digunakan oleh kelompok Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE).

Seperti disebutkan dr
Varatharajah, lewat keterangan yang dikutip oleh kantor berita AP, sebuah peluru mortir mulai menghajar bagian administrasi rumah sakit itu Selasa pagi waktu setempat

BACA JUGA: Paus Dukung Palestina Merdeka

Sang dokter pun menyebutkan bahwa dalam beberapa jam berikutnya, serangan mortir pun berlanjut dengan hebatnyaIa menyebutkan bahwa korban tewas sejauh ini telah mencapai 49 orang.

Perkiraan jumlah korban yang disebutkan sang dokter tak beda jauh dengan apa yang disampaikan di website pro-kelompok pemberontak Macan TamilDengan mengutip seorang pejabat administratif bernama K Tharmakulasingam, mereka menyebutkan bahwa setidaknya 47 orang telah tewas dan 55 orang lainnya terluka.

Hanya saja, dalam beberapa bulan belakangan memang agak sulit untuk memverifikasi pemberitaan soal bentrok bersenjata, serangan, maupun aksi balasan, dalam 'perang pahit' berkepanjangan antara pemerintah dan kelompok Macan TamilPara jurnalis independen dan kebanyakan lembaga bantuan telah diusir keluar dari kawasan perang itu, demikian juga dengan sejumlah kamp pengungsian yang sempat menampung ribuan orang.

Kawasan perang yang terletak di wilayah utara Sri Lanka itu, saat ini sebenarnya telah semakin menyempit sampai luasnya tak lebih dari dua mil persegi sajaHal itu akibat tekanan pasukan pemerintah yang terus mengepung dan perlahan mempersempit ruang gerak gerilyawan Macan Tamil.

Yang jelas, terkait hujan serangan artileri terakhir ini, LTTE menyalahkan pasukan tentara (pemerintah)Sebaliknya, kendati tak ada komentar terhadap serangan ke rumah sakit itu, pemerintah kerap membantah pernah menggunakan artileri, persenjataan berat, maupun melakukan serangan udara di kawasan pertempuran yang diperkirakan masih dihuni 50.000-an warga sipil - kebanyakan dari etnis Tamil - tersebut(ito/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Flu Burung Pergi, Flu Babi Belum Usai, Flu Kuda Mengintai


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler