Rumor Larangan Sholat Idul Adha di Tolikara Menyeruak, Ini Tanggapan Mendagri

Senin, 07 September 2015 – 22:55 WIB
Tjahjo Kumolo. Foto: Dok/JPNN.com

jpnn.com -  

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berjanji akan segera mengecek kebenaran informasi adanya laragan bagi warga muslim di Tolikara, Papua menggelar sholat Idul Adha. 

BACA JUGA: Menteri Siti: Tak Ada Tebang Pilih,

Langkah ini penting dilakukan, agar pemerintah dapat segera mengambil kebijakan. Sehingga isu-isu terkait agama, dapat terus diminimalisir dan hilang dari Indonesia.

"Saya belum dengar, nanti pasti akan saya cek," ujar Tjahjo, Senin (7/9). Meski belum mendengar adanya rumor tersebut, Tjahjo menegaskan sampai saat ini tidak pernah terjadi konflik agama di Papua.

BACA JUGA: Setelah Mandra, Satu Lagi Tersangka Kasus Korupsi TVRI Bakal Disidang

"Yang jelas di Papua sampai detik ini tidak pernah ada konflik agama. Saya di Maumere, tidak pernah ada konflik agama. Malah saya diterima oleh Uskup Maumere," ujar Tjahjo.

Sebelumnya beredar kabar kelompok Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) mengajukan tiga syarat agar umat muslim bisa melaksanakan Salat Idul Adha di Tolikara. Hal ini diungkap oleh salah seorang tokoh muslim di Tolikara Ustadz Ali Mukhtar.

BACA JUGA: Kepala BNPB Baru Belum Bisa Bocorkan Terobosan

Syarat itu adalah, pertama, GIDI meminta nama baiknya diperbaiki dan meminta gereja GIDI di Solo dibuka kembali.

Kedua, pelaksanaan salat dijamin aman jika dua pemuda GIDI yang jadi tersangka, dibebaskan dari tahanan. Ketiga, kasus Tolikara harus diselesaikan secara hukum adat. 

GIDI juga minta tidak boleh lagi ada proses pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum kepada para pendeta gereja GIDI.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPI Hentikan Tayangan Insert Pagi dan Rumpi No Scret


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler