Rupiah Melemah, Kurangi Impor dan Tambah Ekspor

Jumat, 29 November 2013 – 16:16 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menilai kebutuhan akan barang impor dalam waktu dekat harus dikurangi. Ini dilakukan seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mendekati level Rp 12 ribu per dolar.

Menurut Hatta, untuk mendorong rupiah menguat, harus ada penguatan neraca berjalan seiring dengan tumbuhnya perekonomian.

BACA JUGA: Presiden Minta Jajaran Menteri Pantau Rupiah

"Kita harus mengurangi cadangan devisit kita, jadi jangka pendek kita harus mengurang impor, sambil mendorong ekspor bertambah," ujar Hatta usai menghadiri pembukaan Jambore Masyarakat Agribisnis dan Agro Indonesia (MAI), di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (29/11).

Selain menambah jumlah ekspor, beberapa hal juga harus dilakukan beriringan dengan hal tersebut. Ini dimaksudkan agar upaya menambah jumlah ekspor tidak sia-sia.

BACA JUGA: Kurangi Konsumsi Mie Bila Harga Naik

"Selain itu sambil mendorong paket kebijakan ekonomi yang sudah diluncurkan, kemudian mengurangi pajak yang terkait dengan ekspor, kemudian meningkatkankan pajak barang mewah hal tersebut harus berjalan," papar Hatta.

Sementara untuk ketahanan pangan, Hatta memprioritaskan lima hal pokok menuju swasembada pangan yakni beras, jagung, kedelai, daging sapi dan holtikultura agar tetap terjaga.

BACA JUGA: Mie Tetap Diminati Meski Harga Akan Naik

"Kita memang harus tetap konsisten menuju swasembada. Lima saja yang kita prioritaskan. Beras itu sudah, jagung, gula, kedelai, daging sapi, yang lain holtikultura banyak dipengaruhi oleh faktor musiman seperti bawang dan cabai. Untuk swasembada pangan harus tetap kita jaga," pungkas Hatta yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini. (chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Diminta tak Terburu-buru Ratifikasi FCTC


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler