Rutin Bayar, Aliran Air PDAM Buruk

Sabtu, 28 Maret 2015 – 08:15 WIB

jpnn.com - TANJUNG SELOR- Kepala Produksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bulungan Zulkifli menyebutkan, buruknya aliran air ke beberapa titik permukiman di Tanjung Selor disebabkan terbatasnya daya listrik. Seperti di daerah Selimau.

“Ya, buruknya aliran air ke Selimau karena daya listrik terbatas. Apalagi belakangan ini listrik di Tanjung Selor sering padam,” ujar Zulkifli ditemui di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan, Rabu pada Beru post (JPNN Group) (25/3) lalu.

BACA JUGA: BBM Naik, Polisi Jaga SPBU

Terbatasnya daya listrik tersebut menyebabkan PDAM hanya mampu mengalirkan air sebesar 20 liter per detik. Sementara, besar kebutuhan air di Selimau mencapai 35 liter per detik.

Karena itu, beberapa warga pun mengeluhkan buruknya pelayanan perusahaan daerah tersebut. Suparjo, warga Selimau, mengungkapkan keluhan itu saat hearing bersama anggota Dewan, Rabu (25/3) lalu.

BACA JUGA: Penculik Bersenjata Kecapekan, Panglima Kabur

“Pembayaran iuran kami lakukan disiplin. Tapi aliran airnya tidak lancar. Air baru menyala menjelang malam, itu pun kecil,” katanya.

Maret lalu, Kabupaten Bulungan seharusnya sudah mendapatkan tambahan daya listrik sebesar 4 megawatt. Namun tampaknya, penambahan daya itu bakal molor. Hal itu disampaikan langsung Manajer PLN Rayon Tanjung Selor Adrianus Ardi.

BACA JUGA: Minuman Beralkohol Dijual Terbatas

Ditemui beberapa waktu lalu, Adrianus mengatakan pihaknya sendiri tidak mengetahui penyebab molornya penambahan daya itu. "Kami belum tahu, karena kewenangannya di wilayah. Di Balikapapan," katanya.

Ia juga mengakui pihaknya tidak mengetahui, apakah proses pelelangannya sudah ditempuh atau belum. Ia juga menjawab tidak, saat ditanya apakah pihaknya melakukan komunikasi ke PLN Kaltim-Kaltara. "Kami juga tidak tanya seputar itu karena memang kewenangannya di wilayah. Karena kalau kami, setelah lelang selesai baru direalisasikan di sini (Bulungan, Red)," ujarnya.

Namun, kata Adrianus, tampaknya tahapan lelang itu hanya tinggal menunggu proses finalisasi. Sebab, mesin-mesin lama yang berada di Sungai Buaya – lokasi tempat penambahan daya listrik – sudah dikeluarkan. "Karena saya lihat mesin lama itu sudah dikeluarkan. Sekarang fondasinya untuk mesin baru juga sudah ada," ucapnya.

Karenanya, ia pun yakin jika penambahan daya itu bisa terwujud medio 2015 nanti. Pasalnya, daya listrik yang ada di Bulungan juga sangat pas-pasan. Sehingga, jika ada satu saja mesin yang mengalami kerusakan, maka mau tidak mau pihaknya melakukan pemadaman. "Dan kami tentu menghindari itu (pemadaman, Red). Tapi memang harus dipadamkan karena kalau tidak dipadamkan. Cadangan kita juga kurang. Makanya ini kami semua berharap agar penambahan daya bisa secepatnya," tuturnya. (put/fir/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Edan..Empat Pemuda Ini Kerjanya Mencuri Motor untuk Pesta Miras


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler