RUU Pilkada Bisa jadi Bumerang buat KMP

Minggu, 21 September 2014 – 18:48 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Pengamat politik Emrus Sihombing mengingatkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang digadang-gadang di Rancangan Undang-Undang Pilkada bisa jadi bumerang bagi partai politik yang tergabung di Koalisi Merah Putih. 

“Asumsinya nanti katakanlah (Pilkada lewat DPRD) menang (disetujui) di DPR nanti. Tapi, ini bisa jadi bumerang kepada beberapa partai pengusungnya,” kata Emrus di sela-sela sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (21/9). 

BACA JUGA: Poempida: Hasil RUU Pilkada Bakal Munculkan Kejutan

Dijelaskan Emrus, beberapa partai yang tergabung dalam KMP bisa saja merapat ke Joko Widodo-Jusuf Kalla. Saat ini saja, kata dia, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar sudah ada indikasi akan merapat. Kalau nanti mereka menyeberang, maka akan menguntungkan Jokowi termasuklah dalam Pilkada lewat DPRD. 

“Nah, kalau mereka menyeberang nanti yang gigit jari adalah PKS dan Gerindra. Karena, nanti yang terpilih di DPRD menjadi gubernur, bupati, wali kota itu nantinya dari koalisi Jokowi,” papar Emrus. 

BACA JUGA: Pilkada Langsung Lebih Demokratis Ketimbang Lewat DPRD

Emrus juga mengingatkan untuk berhati-hati karena bisa saja ini menjadi jebakan. Menurutnya, Gerindra dan PKS yang dengan senang hati mendukung Pilkada DPRD lalu tiba-tiba PPP, PAN, PG merapat ke Jokowi, maka ini sama saja menepuk air didulang kena muka sendiri. 

“Kalau andai PPP, PAN, Golkar merapat, habis sudah (KMP). Ini blunder bagi mereka (KMP) dan PDIP akan berkipas-kipas (dan menyatakan) karena yang memperjuangkan (Pilkada DPRD) kalian, bukan kami,” ungkapnya.  (boy/jpnn) 

BACA JUGA: KMP Tolak Pilkada Langsung Disamakan dengan Teori Makan Bubur

BACA ARTIKEL LAINNYA... Awas, Bandar Narkoba Incar TKI Jadi Kurir


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler