RUUK Jogja Pasti Tuntas Tahun Ini

Sabtu, 31 Juli 2010 – 17:05 WIB

BANDUNG  - Tata cara pengisian kursi Gubernur dan wakil Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta dalam Rancangan Undang-undang Keistimewaan (RUUK) Jogjakarta masih belum menemui rumusan akhirNamun demikian, pemerintah tetap yakin RUUK Jogja akan tuntas tahun ini.

Direktur Penataan Daerah dan Otonomi Khusus pada Direktorat Jendral Otda Kementrian Dalam Negeri, Soni Soemarsono, menyatakan, masalah kekhususan untuk Jogja hanya satu saja yang belum final

BACA JUGA: 12 Nama Lolos Seleksi Kompetensi Calon Ketua KPK

“Masalahnya ya cuma di RUUK Jogjakarta, yaitu pengisian gubernur dan wagub,” ujar Soni dalam diskusi tentang “Penyelenggaraan Otonomi Khusus di Indonesia” yang digelar Pusat Penerangan Kementrian Dalam Negeri di Bandung, Sabtu (31/7).

Soni mengakui, pemerintah memang bertahan agar gubernur dan wakil gubernur DIJ dipilih secara langsung
“Sedangkan DPR ingin penetapan (Sultan Jogja dan Pakualam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur),” ujar Soni.

Lebih lanjut Soni juga menyinggung, kini ada pula opsi lain agar Gubernur dan Wakil Gubernur Jogja dipilih oleh DPRD

BACA JUGA: Menag Larang Sweeping Ramadan

Jika demikian, formula seperti apa yang tepat bagi pengisian Gubernur dan Gubernur Jogja" Soni tak berani memastikannya.

“Soal pilihannya mana, itu nanti proses politik di DPR
Kita lihat saja dinamika pembahasannya

BACA JUGA: Pansel KPK Umumkan Hasil Seleksi Hari Ini

Yang pasti ada kerangka waktu pembahasannya,” kilahnya.

Meski demikian Soni menegaskan keyakinannya bahwa RUUK Jogja akan tuntas tahun iniAlasannya, karena RUUK Jogja telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2010“Rumusan sudah ada, ada konsepnya dan pemerintah sudah menyerahkannya ke DPRDan keyakinan pemerintah, pada 2010 apapun bentuknya ini akan selesai karena masuk Prolegnas 2010,” tandasnya(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sinergi Pusat Daerah Dibahas Dalam Retreat Bogor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler