Saham Sektor Tambang Melesat

Rabu, 05 Oktober 2016 – 06:08 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Saham-saham di sektor pertambangan menunjukkan penguatan dalam sesi perdagangan Selasa (4/10) kemarin.

Hal itu tak lepas dari meningkatnya proyeksi harga minyak dunia.

BACA JUGA: Kabar Bagus Tentang Tarif Listrik dan Harga Elpiji

Saham Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA) naik 325 (3,27 persen) ke level Rp 10.275.

Demikian pula saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 200 poin (1,79 persen) ke level Rp 11.400.

BACA JUGA: Kemenkeu Belum Setuju Pungutan Ganda PPN Rokok

Meski begitu, indeks saham sektor tambang di BEI yang dihuni 43 perusahaan menipis 0,48 poin pada akhir sesi perdagangan.

Penyebabnya, pengurangan harga saham tambang non batu bara seperti Medco Energy International (MEDC) yang turun lima poin (0,33 persen) ke level Rp 1.495.

BACA JUGA: KSP Pandawa Mandiri Targetkan Dua Hal Ini Dalam RAT

Saham Timah (TINS) turun sepuluh poin (1,20 persen) menjadi Rp 825.

Kemarin, IHSG bergerak naik 8,402 poin (0,154 persen) ke level 5.472,317. Total, nilai saham (market capitalization) di pasar saham Indonesia mendekati level psikologis.

Yakni Rp 6 ribu triliun di posisi Rp 5.917 triliun. Kenaikan IHSG sejalan dengan bursa saham Asia yang lain.

VP Market Research Forextime (FXTM) Jameel Ahmad memprediksi pasar minyak dunia terus menguat.

Itu menyusul berita mengejutkan OPEC yang menyepakati pemangkasan level produksi 700 ribu barel per hari dalam rapat informal pada pekan lalu. ’

’Pasar minyak masih menderita oversupply yang serius saat ini,’’ tegasnya.

Kabar gembira itu memunculkan sentimen positif dalam saham sektor komoditi, terutama batu bara.

Biasanya, ketika harga minyak global bergerak naik, harga batu bara ikut terangkat.

Data Nymex mencatat, hingga tadi malam, harga minyak global bergerak di kisaran USD 48,55 per barel.

Namun, data persediaan minyak di AS dengan ekspektasi pertambahan 2,687 juta barel memberikan sinyal koreksi jangka pendek.

Research Analyst Reliance Securities Lanjar Nafi menilai bursa Asia menghijau setelah indeks tingkat kepercayaan konsumen di Jepang dirilis positif.

Sementara itu, bank sentral Australia menahan suku bunga pada rekor terendah dan membuat obligasi pemeritah serta mata uang negaranya tertekan kemarin.

Bursa Eropa dibuka kembali serta optimistis penguatan rata-rata mendekati 1 persen kemarin sore.

Indeks harga produksi di zona Eropa turun di bawah ekspektasi di level minus 0,2 persen month-to-month. (gen/c5/noe/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tinggal Klik, Bisa Langsung Dapat Tukang Bangunan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler