Salah Pilih Presiden Berisiko ke Perekonomian Nasional

Kamis, 03 Juli 2014 – 22:55 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Lembaga riset keuangan Morgan Stanley belum lama ini merilis hasil survei terhadap pelaku pasar tentang figur yang mestinya terpilih menjadi Presiden Indonesia 2014-2019. Hasilnya, pelaku pasar lebih menginginkan duet Joko Widodo-Jusuf Jalla dibanding pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Survei Morgan Stanley menunjukkan pelaku pasar bereaksi negatif terhadap duat Prabowo-Hatta. Bahkan, kemenangan Prabowo-Hatta di pilpres nanti dikhawatirkan akan memicu capital outflow dari Indonesia ke luar negeri.

BACA JUGA: Peruri Targetkan Raih Pendapatan Rp 2,5 Triliun

Menurut politisi PDI Perjuangan, Nusyirwan Soejono, sebenarnya hasil survei Morgan Stanley itu bukan hal mengagetkan. Sebab, pasar memang terus memantau pilpres dan menunjukkan keinginan kuat agar duet Joko Widodo-Jusuf Kalla yang kelak terpilih.

“Semoga rakyat tidak salah menentukan pilihan nanti tanggal 9 Juli nanti. Jangan ambil risiko yang sedemikian besrar terhadap perekonomian nasional,” kata Nusyirwan di Jakarta, Kamis (3/7) malam.

BACA JUGA: Harga Blewah Terjun Bebas, Melon Meroket

Anggota Komisi Infrastruktur DPR RI itu berharap rakyat tak terpengaruh berbagai fitnah yang bertubi-tubi menyerang Jokowi.  Sebab, risiko secara ekonomi terlalu besar jika Jokowi gagal di pemilu presiden mendatang.

"Hasil riset ini berarti Prabowo tidak diapresiasi oleh pasar keuangan. Dan itu sangat beresiko untuk kondisi ekonomi Indonesia saat ini,” pungkas caleg terpilih PDIP untuk kursi DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah VI itu.(ara/jpnn)

BACA JUGA: Lebih Sejahtera dan Disegani dengan Poros Maritim Dunia

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dahlan Iskan Instruksikan BUMN Lakukan Hedging


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler