SBY Bahas Merpati dalam Sidang Kabinet

Kamis, 12 Mei 2011 – 15:48 WIB
JAKARTA- Kasus kecelakaan pesawat Merpati jenis MA60 yang jatuh di teluk Kaimanan, Papua mendapat perhatian serius Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden BoedionoPembahasan mengenai insiden yang menewaskan 25 orang ini menjadi agenda dalam sidang kabinet terbatas yang digelar di kantor Presiden, Kamis (12/5).

Dalam sidang kabinet tersebut hadir mayoritas jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II

BACA JUGA: Dibantah, RUU BPJS untuk Kepentingan Pilpres 2014

Juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha mengatakan, dalam sidang kabinet kali ini, Presiden dan Wapres ingin mengetahui penyebab detail insiden jatuhnya pesawat termasuk membahas isu-isu yang berkembang menyangkut pesawat Merpati.

Saat ditanya perihal adanya dugaan markup yang dilakukan staf khusus Presiden SBY untuk pembelian pesawat, Julian meminta agar semua pihak menahan diri untuk berkomentar
Dipastikan isu dugaan markup tersebut juga sudah sampai ke telinga Presiden SBY.

"Staf khusus Presiden bekerja berdasarkan proporsi masing-masing

BACA JUGA: UU Intelijen Dinilai Ancam Kebebasan Pers

Sehingga kita tahu apa yang dilakukan staf berdasarkan dengan agenda Presiden," kata Julian.

Namun semua isu tersebut kata Julian, tetap harus memperhatikan fakta sebenarnya yang masih dalam proses penyelidikan
"Tidak boleh ada fitnah

BACA JUGA: LPSK Kebingungan Ubah Identitas Saksi dan Korban

Yang pasti Presiden tidak berubah sikap dalam penegakan hukumDari dulu sampai sekarang sikap Presiden jelas tidak boleh ada tebang pilih," tegas Julian.

Kalaupun pada perkembangan penyelidikan nantinya memang terbukti ada keterlibatan staff khusus Presiden, Julian memastikan akan ada proses penegakan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Namun untuk proses membuktikan apa yang berkembang di media ini, kami serahkan kepada aparatur hukumKalau memang benar, maka pasti ada sanksinya," kata Julian.(afz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ditanya Cek Darmawangsa, Miranda Meradang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler