SBY Diingatkan Jangan Gusar Merespon Kritikan

Senin, 30 Mei 2011 – 17:26 WIB
JAKARTA- Wakil Ketua DPR dari Fraksi PDI-P, Pramono Anung mengingatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar tidak terlalu gusar merespon isi pesan singkat yang dikirim masyarakat melalui jejaring sosial.

"Presiden SBY jangan terlalu gusar dalam merespon pesan singkat dari masyarakat, apalagi mempersepsi pesan singkat itu sebagai fitnahDalam sebuah negara demokrasi, kritikan melalui jejaring sosial itu lumrah dan Presiden SBY mestinya biasa-biasa saja meresponnya," kata Pramono Anung, di gedung DPR, Senayan Jakarta, Senin (30/5).

DitambahkanPramono, jika Presiden SBY merespon dengan gusar dan bersikap negatif terhadap kritikan masyarakat melalui jejaring sosial, maka hal itu sama saja dengan memperingatkan masyarakat untuk tidak mengkritik presidennya

BACA JUGA: Mahfud MD: Itu SMS Sampah!

Padahal, imbuh dia, kritikan itu sesungguhnya partisipasi politik publik dalam sebuah negara demokrasi.

Bahwa dalam beberapa pesan singkat itu ada kritikan yang dirasa terlampau keras, lanjutnya, presiden bisa saja meresponnya secara tidak langsung atau menunjuk orang lain untuk meresponnnya.

"Sebagai Presiden, kepala negara, dan Kepala Pemerintahan, berkewajiban mendengar banyak hal dari masyarakat, media dan juga jejaring sosial
Tapi kalau memang yang sensitif tentu tidak perlu disampaikan langsung oleh SBY

BACA JUGA: KPK Sengaja Tak Beritahu Nunun

Apalagi, dengan banyak media saat ini yang semestinya dimanfaatkannya untuk lebih dekat dengan rakyatnya,” tegas Pramono.

Terhadap isi SMS yang dianggap memfitnah dan mencemarkan nama baik presiden, Pramono menyarankan cukup memerintahkan BIN untuk mengusut pengirim SMS tersebut
"Dari pernyataan SBY, itu jelas mengacu pada SMS dengan nomor negara Singapura

BACA JUGA: Penahanan Syamsul Dibantarkan

Presiden cukup meminta BIN untuk menelusurinya," tandas Pramono.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mahfud Desak Polisi Usut Andi Nurpati


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler