SBY Diminta Rasional Kelola Negara

Rabu, 21 September 2011 – 17:33 WIB
JAKARTA - Mantan Ketua DPR, Akbar Tandjung menegaskan kepemimpinan harus dikelola dengan rasionalDemikian juga dengan mengelola negara ini harus dikelola dengan rasional.

"Beliau (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono), kan seorang doktor yang sebelumnya juga Jenderal TNI, itu juga harus rasional dalam mengelola negara

BACA JUGA: KPK Tertekan Tangani Century

Jadi tidak ada urusan dengan desakan pihak manapun," kata Akbar Tandjung, dalam diskusi Dialog Kenegaraan bertema "Efektifitas Reshuffle Kabinet Terhadap Pemerintahan dan Pembangunan Daerah", di gedung DPD, komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (21/9).

Apalagi dikait-kaitkan dengan pihak-pihak di luar yang punya hak proregatif
Menurut politisi Golkar itu, jelas tidak ada urusan

BACA JUGA: Sukardi: Jika Ada Reshuffle, Tanda Pemerintahan Masih Ada

"Apalagi dikaitkan dengan saya
Himbuan agar mengelola negara ini dengan rasional saya sampaikan sebagai wujud dari cinta saya terhadap pemerintahan ini bisa lebih baik, sama halnya ketika Golkar di uyok-uyok lalu saya selamatkan."

Lebih lanjut, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar itu menyarankan dalam masa 3 tahun ke depan pemerintah hendaknya fokus memperbaiki infrastruktur, ketersedian energi dan pangan.

"Dulu pemerintahan SBY menggelar Infrastruktur Summit, mana hasilnya

BACA JUGA: Bamsoet: Selesaikan Mumpung yang Terlibat Masih Berkuasa

Belum lagi soal ancaman ketersediaan energi dan panganIni harus diantisipasi kodisi buruknya," kata Akbar.

Akbar Tandjung mengingatkan, terlalu sering mengabaikan rasa ketidakpuasan dan ketidapercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan bisa berakibat fatal bagi keberlangsung negeri ini.

"Sering mengabaikan rasa ketidakpuasan dan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintahan karena mendapat informasi yang salah bisa berakibat fatal terhadap keberlangsungan bangsa ini," pungkasnya. (fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Boni: Tidak Setor ke Partai, Menteri Direshuffle


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler