SBY Dinilai Gagal Redam Ekstrimis

Kamis, 28 April 2011 – 17:08 WIB
JAKARTA - Ketua Moderate Muslim Society, Zuhairi Misrawi menegaskan eskalasi tindak kekerasan oleh ekstrimis di negeri ini meningkat secara signifikan dalam dua tahun periode kedua pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Dalam tahun 2009 telah terjadi tindak kekerasan sebanyak 59 kaliSementara dalam 2010 eskalasi tindak kekerasan meningkat hingga 30 persen menjadi 80 aksi kekerasan," tegas Zuhairi Misrawi, saat acara Dialektika Demokrasi, bertajuk 'Radikalisasi Berkedok Agama, Ancaman untuk NKRI' di press room DPR, gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (28/4).

Menurut Zuhairi, meningkatnya eskalasi tindak kekerasan berupa teror dalam tahun 2010 lalu lebih disebabkan karena hampir tidak adanya tindakan tegas terhadap para pelaku

BACA JUGA: Mayoritas Daerah Pemekaran Mengecewakan

Sementara era pemerintahan BJ Habibie, Gus Dur dan Megawati dia nilai cukup berhasil meredam tindakan teror.

"Rezim pemerintahan SBY hampir tidak ada tindakan tegas terhadap pelaku teror
Lihat peristiwa berdarah penyerangan warga terhadap jamaah Ahmadiyah di Cikeusik Pandeglang Banten, Minggu (6/2/2011) siang lalu

BACA JUGA: Aktivis Buruh Laporkan Muhaimin ke KPK

Terdakwa hanya dituntut dengan hukuman penjara selama 6 dan 12 tahun," ungkapnya.

Sikap rezim SBY yang hampir membiarkan tindak kekerasan itu mendorong berkembang-biaknya kelompok ekstrimis di pelosok negeri
"Kami mencatat sedikitnya ada 15 kelompok ekstrimis yang berkantor pusat di wilayah Jawa Barat yang sangat mudah bisa dideteksi sementara rezim SBY dan pemerintahan setempat lebih bersikap membiarkan," imbuh Zuhairi.

Ditegaskannya, aktifitas ekstrimis di Jawa Barat saat ini tidak hanya mengganggu negara tapi sudah mengusik umat muslim dalam menjalankan kegiatan agamanya.

"Kelompok ekstrim sudah mulai mengganggu majelis taklim, mushala, bahkan masjid dan kelompok Islam moderat seperti NU, Muhammadiyah dan lain-lainnya

BACA JUGA: Komite 33: Beri Kesempatan KPK Kerja Obyektif

Ini efek dari pembiaran yang disengaja oleh negara," pungkas Zuhairi Misrawi.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Selain Money Laundering, AG Terancam Tuntutan Pemalsuan KTP


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler