SBY Gagal Mendisiplinkan Koalisi

Sabtu, 04 Januari 2014 – 20:57 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Amanat (PAN), Drajad Wibowo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Amanat (PAN), Drajad Wibowo mengatakan, kedekatan antara PAN dengan Demokrat memang tidak bisa dibantahkan. Meski begitu PAN bisa mengkritisi kebijakan pemerintah.

"Di dalam berbagai kebijakan, PAN masih bebas untuk bersikap kritis walaupun ada koridor-koridor tertentu. Seperti saya misalnya sebagai ekonom saya bebas bicara masalah ekonomi walaupun yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah," kata Drajad dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (4/1).

BACA JUGA: Diperiksa KPK, Demokrat Dorong Anas Bernyanyi

Drajad menyatakan, PAN menyetujui Timwas Century diperpanjang. Hal ini berbeda dengan Demokrat yang meminta agar Timwas dibubarkan. "Di DPR PAN dengan bebas menyatakan Timwas Century diperpanjang," katanya.

Menurut Drajad, PAN tidak menyesal dengan keputusan itu karena Century harus dituntaskan. Kalau tidak dituntaskan, Indonesia bisa dicap gagal menangani suatu persoalan.

BACA JUGA: Sutiyoso: Capres Ideal, Jawa dan Luar Jawa

"Yang lebih penting ini akan berikan pelajaran ke depan bahwa tidak bisa lagi hal-hal seperti ini dilakukan siapapun juga," kata Drajad.

Sementara itu, pengamat politik, Burhanuddin Muhtadi menyatakan, yang menarik sikap terakhir PAN dalam Timwas Century itu menarik. Hal ini menunjukkan bahwa PAN bersikap kritis dan ingin menghilangkan kesan sebagai partai followernya Demokrat.

BACA JUGA: Kader Korupsi, PD Merasa Dihukum Masyarakat

"Tapi ada sebab dari kurang disiplinnya SBY sebagai patronnya koalisi dalam mendisiplinkan koalisi. Jadi bayangkan koalisi jilid II terlalu terjadi duri dalam duri," kata Burhanuddin

Burhanuddin menuturkan, SBY tidak pernah memberikan sanksi kepada yang tidak mendukung kebijakan pemerintah. "Hal-hal seperti ini terkait dengan komunikasi di internal koalisi, setgab tak lebih dari sekedar pajangan semata. Kesepakatannya cuma satu asalkan bersedia mendukung SBY sampai 2014 yang lain boleh berbeda," pungkasnya. (gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tembak Mati Teroris, DPR Kecewa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler