SBY Harus Pertimbangkan Ganti Menkeu

Senin, 12 April 2010 – 19:11 WIB
JAKARTA— Penolakan anggota komisi XI DPR RI terhadap kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang datang mewakili pemerintah untuk membahas APBN-P 2010, Senin (12/4), menurut pengamat politik Prof Dr Maswadi Rauf, sudah diprediksi sejak awalMeski ‘selamat’ dari aksi boikot di Badan Anggaran beberapa waktu lalu, namun posisi Sri Mulyani yang dinilai sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap bailout Century sesuai hasil Pansus, dikatakan sebagai bukti memanasnya hubungan antara legislatif dengan eksekutif.

"Dengan keluarnya surat mandat dari Presiden, dengan menambah tim-nya untuk membahas APBN-P di dewan, menandakan bahwa Presiden juga sudah memahami situasi yang sulit dan rumit ini

BACA JUGA: Anggaran Bina Aparatur Hanya Rp6 Miliar

Presiden sudah bersiap-siap menghadapi kemungkinan terburuk
Kalau sudah begini (akhirnya terbukti boikot), sepertinya Presiden sudah harus mempertimbangkan mengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia, Prof Dr Maswadi Rauf pada JPNN.

Secara politis, SBY kata Maswadi saat ini dihadapi pada pilihan dilematis

BACA JUGA: Maruarar: PDIP Tolak Sri Mulyani

Pada satu sisi, mempertahankan Menteri Keuangan Sri Mulyani, dinilai sebagai bentuk pembelaan nyata SBY yang telah menyatakan bahwa bailout yang dilakukan pada Bank Century sudah benar
Namun pada sisi lain, gelombang penolakan secara politis di legislatif, membuat eksekutif (pemerintah) tidak bisa membahas APBN-P secara maksimal dan aman.

"Saat ini situasi antara legislatif dan eksekutif ini kan sudah memanas

BACA JUGA: KPK Gelar Perkara Kasus Century Lagi

Keduanya merupakan pilihan sulit bagi PresidenBagaimanapun, secara hukum Sri Mulyani ataupun Boediono belum dinyatakan bersalahTapi kalau penolakan terus mengancam APBN-P, maka Presiden secara moral juga punya tanggungjawab pada rakyatSalah satunya dengan mengganti Sri Mulyani sesuai permintaan legislatif yang mewakili sebagian besar suara rakyatPresiden tidak bisa terus-terusan membela Sri Mulyani," kata Maswadi.

Agar APBN-P dikawal dengan aman, ada baiknya kata Maswadi, pemerintah segera melakukan loby intensif dengan kalangan legislatifHal ini untuk memastikan bahwa tidak akan ada lagi aksi pemboikotan lagi dari perwakilan pemerintah saat membahas APBN-P 2010"Kalau mandat suratnya memang bisa diganti Menko Ekonomi, berarti ada peluang ituSedangkan untuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, ada baiknya dilakukan loby lagi dengan DPR," katanya.(afz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menkeu Akhirnya Diboikot DPR


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler