Sebelum Membunuh Istri, Sang Suami Sempat Ajak Salat Berjemaah, tapi...

Senin, 28 September 2015 – 13:00 WIB
Ilustrasi.

jpnn.com - SURABAYA - Suparman, pelaku pembunuhan istrinya sendiri di Sukomanunggal, Surabaya, kini sudah diamankan di Mapolrestabes Surabaya.

Pria yang sering pergi berlayar itu masih terlihat kacau, Minggu (27/9) siang. Saat ditanya wartawan, Suparman bersedia menjawab dengan kalimat terbata-bata.

BACA JUGA: Ngeri! Di Surabaya Ada Suami Bunuh Istri di Depan Bayi

Dia mengaku membunuh istrinya lantaran kesal. Vita sering protes karena tidak diberi uang. Padahal, penghasilannya tidak menentu. Dia hanya menerima gaji Rp 3 juta jika pergi berlayar. 

(Baca Juga: Ngeri! Di Surabaya Ada Suami Bunuh Istri di Depan Bayi)

BACA JUGA: Risma Berharap PJ Wali Kota Persiapkan Serius Hal Ini

Karena itu, uang yang disetorkan kepada istrinya terus berkurang. Sampai akhirnya Vita kesal lantaran sama sekali tidak dinafkahi. "Dia protes terus karena tidak saya kasih uang," ujarnya.

Suparman menceritakan, awalnya dirinya tidak berniat membunuh Vita. Suparman malah mengajak istrinya untuk salat berjemaah. Namun, ajakan itu diabaikan. Istrinya malah mengomel tidak jelas. Ocehan si istri membuat telinga Suparman panas. Secara refleks, dia memukul wajah Vita. "Dia malah balas menendang," kata Suparman. 

BACA JUGA: Politisi PKS Ini Sebut Diskotek Tidak Perlu Ditutup, Asalkan...

Melihat istrinya melawan, emosi Suparman memuncak. Harga dirinya semakin terluka.

Dia lalu mengambil parang dan menusuk paha Vita. Suparman mengaku hanya ingat dua kali menusuk Vita. "Selebihnya, saya lupa. Seperti ada yang berbisik agar saya terus menusuknya," kilahnya.

Menurut keterangan para tetangga, Suparman-Vita yang menikah pada 10 September 2014 baru tinggal di rumah itu selama tiga bulan. Sebelumnya, mereka tinggal di Samarinda. Suparman dan Vita dikenal sering bertengkar. Bahkan, Vita sempat meminta cerai. Namun, Suparman mampu membujuknya demi anak mereka yang masih kecil.

Seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya pernah menjadi saksi pertengkaran keduanya. Selain memaki, Suparman melecehkan Vita. "Istrinya pernah dihajar dan ditelanjangi di depan pintu rumah," ucapnya.

Seringnya pertengkaran juga dibenarkan polisi. Kapolsek Sukomanunggal Kompol Yulianto mengatakan, Vita pernah melaporkan suaminya ke kantor polisi pada 12 Mei lalu. "Waktu itu, kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) nya ditangani Polsek Asemrowo," terangnya. 

Namun, laporan itu tidak berujung ke meja hijau. Sebab, polisi menawarkan solusi damai. Vita setuju dan Suparman berjanji tidak main tangan lagi.

Yulianto menambahkan, bayi mereka untuk sementara akan dirawat di rumah sakit. Polisi berupaya menghubungi keluarga Vita di Banyuwangi. Setelah ada keluarga yang datang, bayi tersebut akan diserahkan.

Namun, polisi kesulitan menghubungi keluarga Vita. Sebab, Vita ternyata tidak mempunyai handphone. Polisi juga tidak menemukan KTP-nya. Satu-satunya identitas hanya buku nikah. Karena itu, polisi lantas menghubungi nomor-nomor di handphone milik Suparman.

Polisi memastikan pelaku dalam keadaan waras ketika membunuh istrinya. Psikologisnya memang agak terganggu setelah peristiwa itu. Namun, kini kondisi Suparman berangsur pulih. (did/c6/oni)

Luka-Luka di Tubuh Vita 

- Luka tusuk di perut kanan hingga tembus ke belakang

- Dua luka pada dada kiri

- Puting kiri diiris

- Dua sayatan di dada kanan 

- Luka sayat di siku kanan 

- Luka bacok di sekujur lengan kiri

- Bibir atas dan bawah sebelah kiri diiris

- Luka di paha kiri sepanjang 7 cm

- Dua luka di bagian belakang lutut kanan

BACA ARTIKEL LAINNYA... RESMI! Risma Bukan Lagi Wali Kota Surabaya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler