Sebelum Meninggal, Bocah Terduga Rabies Takut Cahaya, Air, Udara

Sabtu, 01 November 2014 – 10:33 WIB

jpnn.com - PIHAK RS Sanglah, Denpasar Bali memang belum bisa memberikan keterangan apakah bocah asal Karangasem NKA, 9, yang telah meninggal pada Jumat (31/10) positif rabies. Menurut Kasubag Humas RS Sanglah dr Kadek Nariyantha hasil pemeriksaan NKA belum keluar.

“Kami belum bisa meberikan keterangan,” kata Nariyantha kemarin (. Namun berdasarkan informasi yang dikumpulkan Radar Bali (JPNN Group), saat dirujuk dari RSUD Karangasem ke RS Sanglah beberapa waktu lalu NKA mengalami ketakutan berlebih terhadap cahaya, air dan udara. Gejala itu mirip degan pasien yang diduga rabies. 

BACA JUGA: Diduga Rabies, Bocah 9 Tahun Tewas

Apalagi sekitar dua bulan lalu NKA didigit anjing di bagian kaki kanannya. Sayangnya, dia tak mendapatkan penanganan yang serius. Lukanya hanya dibersihkan di rumah dan tidak diberi vaksi antirabies.

Nah, sepuluh hari kemudian anjing yang menggigit NKA ditemukan mati. Baru pada Jumat (24/10) korban dibawa ke puskesmas Kubu dengan keluhan gangguan saluran kencing. Hingga akhirnya muncul gejala rabies pada NKA pada (28/10).

BACA JUGA: Beri Pinjaman Lunak untuk Eks PSK Hingga Rp 150 Juta

Keluarga pun membawanya ke RSUD Karangasem dan langsung di rujuk ke RS Sanglah. Namun apa daya NKA mengembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (31/10). (fil/zul/wan/yes/mas/jpnn)

BACA JUGA: Giliran Pegunungan di Banyuwangi Dilalap Api

BACA ARTIKEL LAINNYA... Potensi Kerugian Pertukaran Satwa KBS Capai Rp 840 M


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler