Sebelum Tewas Tergencet, Sopir Truk Bereriak: Allah... Allah...

Selasa, 29 Desember 2015 – 08:34 WIB
Ilustrasi. FOTO: dok/jpnn.com

jpnn.com - SURABAYA - Nasib nahas menimpa Abdul Kholik. Pria yang merupakan sopir truk pasir ini tergencet di antara bak truk dan tembok sebuah rumah di Margorejo Indah Blok C, Surabaya, Senin pagi (28/12). Dia pun meninggal dunia dan jasadnya baru bisa dievakuasi setelah petugas mendatangkan truk derek.

Kejadian tersebut berawal saat pria kelahiran Lumajang itu bermaksud memarkirkan kendaraannya di teras sebuah proyek pembangunan rumah di Jalan Margorejo Indah II sekitar pukul 06.00. Abdul memundurkan truknya. Saat itu, posisi truk memang sangat mepet dengan tembok.

BACA JUGA: Oh My God! Ada Ayah Tega Setubuhi Anak, Ngaku-nya Doyan Video Porno

Tiba-tiba laju truk terganjal sesuatu. Abdul pun memeriksa sendiri penyebab truk tidak bergerak karena tidak ada kernet yang menemani. Dia turun melalui pintu kiri truk dan berjalan ke belakang untuk melihat ban belakang sebelah kiri yang terperosok ke lubang.

Posisi pria 26 tahun itu berada di antara bak truk dan tembok. Secara tidak terduga, amblesnya ban truk semakin dalam hingga membuat posisi truk miring ke kiri. 

BACA JUGA: Kisah Pilu Ibu yang Tewas Dibunuh Anak Kandung

Nahas, Abdul tidak cukup cepat untuk menghindar sehingga langsung tergencet. Dia pun mengerang kesakitan. 

"Allah, Allah," teriak Abdul hingga terdengar oleh para pekerja bangunan yang baru saja datang. Sayang, usaha para pekerja bangunan sia-sia. Sebab, bak truk sangat sulit didorong ke arah kanan untuk memberi ruang gerak bagi Abdul. Mereka melaporkan kejadian tersebut ke pihak keamanan kompleks perumahan. 

BACA JUGA: Gaji Pas-pasan, Petugas Damkar Ngecer Sabu dan Ekstasi

Pihak keamanan langsung menghubungi petugas Polsek Wonocolo yang diteruskan kepada jasa raharja untuk mengirimkan truk derek. Namun, kedatangan truk derek untuk mengevakuasi korban bersamaan dengan embusan napas terakhir Abdul. 

"Setelah bak truk ditarik ke kanan dengan menggunakan derek, posisi truk kembali normal dan korban bisa dievakuasi," ucap Kapolsek Wonocolo Kompol Yulianto. Polisi dengan satu melati di pundak itu juga mengatakan, insiden yang menimpa Abdul adalah murni kecelakaan kerja.

Korban dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soetomo. Korban tewas karena mengalami pendarahan dalam, baik di bagian rusuk maupun kepala. Hal itu ditunjukkan saat dievakuasi, mulut korban penuh dengan darah.

Sementara itu, rekan seprofesi korban, Agus Ramdani, 26, mengatakan, mereka mengambil pasir bersamaan di daerah Lumajang Minggu siang (27/12). Agus mengirim pasir ke daerah Semolowaru, sedangkan Abdul ke Margorejo. 

"Saya dikabari bahwa dia sudah tewas. Saya masih hubungi keluarganya," ujar Agus. Rencananya, keluarga akan mengambil jenazah Abdul pagi ini (29/12). Abdul telah berkeluarga dan dikaruniai satu anak perempuan berusia tujuh tahun. (all/c6/ady)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Yaelaah.. Pemkot tak Bisa Sediakan Air, Ruko Sepi Peminat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler